Kucuran dana tersebut digunakan sebagai pendukung tahap awal implementasi jaringan 5G Fixed Wireless Accesspada spektru, 1.4 GHz.
Dukungan diberikan dalam bentuk pinjaman non-tunai berupa Letter of Creditdan/atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeridalam mata uang Rupiah.
Skema ini difokuskan untuk mendukung pengadaan perangkat serta kebutuhan awal implementasi proyek internet terjangkau yang dikembangkan Surge dengan nama IRA atau Internet Rakyat.
Struktur Pembiayaan dan Karakter Fasilitas
L/C dan SKBDN merupakan instrumen trade finance yang umum digunakan dalam pembiayaan pengadaan barang.
Dalam struktur ini, bank tidak langsung mencairkan dana tunai kepada debitur, melainkan memberikan jaminan pembayaran kepada pemasok berdasarkan dokumen transaksi yang disepakati.
Skema non-tunai ini umumnya digunakan untuk menjaga disiplin arus kas dan memastikan pengadaan berjalan sesuai tahapan proyek.
Bagi bank, fasilitas semacam ini memperluas eksposur pembiayaan tanpa langsung meningkatkan penyaluran kredit tunai dalam jumlah besar pada tahap awal.
Dalam konteks proyek 5G FWA Surge, fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung pengadaan perangkat jaringan dan infrastruktur awal.
Artinya, pembiayaan difokuskan pada fase implementasi awal sebelum jaringan beroperasi secara komersial penuh.
Proyek 5G FWA 1.4GHz Surge
Jaringan 5G Fixed Wireless Accesspada spektrum 1.4GHz dirancang sebagai solusi fixed broadband berbasis nirkabel. Teknologi ini memungkinkan penyediaan akses internet rumah tangga tanpa perlu membangun jaringan kabel tetapsecara luas.
Model FWA dikenal memiliki keunggulan dalam efisiensi waktu implementasi dan fleksibilitas ekspansi. Dibandingkan dengan jaringan kabel konvensional, FWA dapat mempercepat time to market dan menekan biaya instalasi infrastruktur fisik.
Surge melalui TKP mengembangkan layanan IRA sebagai internet terjangkau bagi masyarakat. Fokus implementasi diarahkan pada wilayah padat penduduk dan area yang membutuhkan solusi konektivitas dengan struktur biaya lebih efisien.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie, menyampaikan bahwa penyediaan fasilitas non-tunai ini merupakan bagian dari dukungan terhadap proyek infrastruktur yang skalabel.
“Penyediaan fasilitas non-tunai dalam bentuk L/C dan SKBDN ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap proyek infrastruktur yang skalabel seperti implementasi 5G FWA Surge.
Kami meyakini bahwa perluasan akses fixed broadband yang terjangkau akan meningkatkan partisipasi ekonomi dan daya saing nasional,” ujar Kunardy dalam keterangan resmi, Sabtu, 14 Februari 2026.
Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk sekaligus Direktur Utama PT Telemedia Komunikasi Pratama Shannedy Ong, menyatakan bahwa Internet Rakyat dirancang untuk menghadirkan layanan fixed broadband berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.
“Dengan memanfaatkan teknologi 5G FWA pada spektrum 1.4GHz, kami dapat melakukan implementasi secara lebih efisien serta mengoptimalkan struktur biaya infrastruktur.
Dukungan pembiayaan terstruktur dari KB Bank memperkuat efisiensi pengadaan dan mempercepat eksekusi pada tahap awal implementasi,” ujarnya.
Implikasi bagi BBKP dan WIFI
Bagi BBKP, pemberian fasilitas trade finance terstruktur memperlihatkan strategi pembiayaan pada sektor infrastruktur dan teknologi digital melalui instrumen non-tunai.
Skema ini memungkinkan bank mendukung proyek berskala nasional dengan eksposur yang terukur sesuai tahapan pengadaan.
Sementara bagi WIFI dan TKP, dukungan L/C dan SKBDN memberikan kepastian pembayaran kepada pemasok perangkat jaringan. Hal ini mendukung kelancaran rantai pasok dan mempercepat realisasi tahap awal implementasi jaringan 5G FWA.
Kolaborasi ini menempatkan BBKP sebagai penyedia fasilitas pembiayaan terstruktur dalam proyek perluasan fixed broadband berbasis 5G FWA.
Implementasi tahap awal jaringan akan menjadi fondasi bagi ekspansi layanan IRA dalam mendukung konektivitas digital yang lebih luas di Indonesia.
Sementara, dari sisi saham, WIFI menutup perdagangan Jumat, 13 Februari 2026 di level Rp2.450, turun 20 poin atau terkoreksi 0,81 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp2.470.
Saham ini dibuka di Rp2.400, sempat menguat hingga menyentuh Rp2.480, sebelum kembali bergerak melemah dan ditutup mendekati area tengah rentang harian.
Rentang pergerakan intraday berada di kisaran Rp2.400–Rp2.480 dengan rata-rata harga transaksi Rp2.440.
Posisi penutupan yang berada di atas harga rata-rata menunjukkan sebagian transaksi terjadi di area bawah sebelum harga kembali stabil menjelang akhir sesi.
Volume perdagangan tercatat 214,22 ribu lot dengan nilai transaksi Rp52,3 miliar dan frekuensi 5.227 kali.
Dari sisi arus dana, nilai transaksi beli mencapai Rp12,8 miliar, sedangkan transaksi jual sebesar Rp10,9 miliar, mencerminkan nilai beli sedikit lebih besar dibanding nilai jual pada hari tersebut.
Dengan batas auto rejection atasdi Rp3.060 dan auto rejection bawahdi Rp2.090, ruang volatilitas teknis masih cukup lebar dibanding pergerakan aktual yang terjadi pada sesi tersebut.
Pergerakan intraday menunjukkan fase konsolidasi setelah sempat menguji area Rp2.480 sebagai titik tertinggi harian.
Sementara, BBKP ditutup di level Rp73, turun 1 poin atau melemah 1,35 persen dibandingkan harga sebelumnya di Rp74.
Saham ini dibuka di Rp74, bergerak turun hingga menyentuh level terendah Rp72, lalu ditutup sedikit di atas titik terendah intraday.
Rentang pergerakan harian berada di Rp72–Rp74 dengan rata-rata harga transaksi Rp73. Penutupan tepat di sekitar harga rata-rata menunjukkan pergerakan relatif sempit tanpa lonjakan volatilitas signifikan.
Volume perdagangan tercatat 445,9 ribu lot dengan nilai transaksi Rp3,3 miliar dan frekuensi 1.197 kali transaksi.
Nilai transaksi beli mencapai Rp879,5 juta, sedangkan nilai transaksi jual sebesar Rp745,9 juta, menunjukkan nilai beli sedikit lebih tinggi dibanding nilai jual pada sesi tersebut.
Dengan batas ARA di Rp98 dan ARB di Rp63, pergerakan BBKP berada jauh dari batas volatilitas maksimum harian.
Pergerakan intraday memperlihatkan tekanan pada awal hingga pertengahan sesi sebelum harga bergerak stabil di kisaran Rp73 menjelang penutupan.
Secara keseluruhan, WIFI mencatat nilai transaksi yang lebih besar dengan volatilitas intraday lebih lebar, sementara BBKP bergerak dalam rentang sempit dengan likuiditas yang relatif moderat hingga akhir pekan perdagangan Jumat, 13 Februari 2026.
Disclaimer: Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya.
Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional.
Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.


Leave a Reply