Aksi jual saham teknologi membesar seiring kekhawatiran atas dampak kecerdasan buatanterhadap persaingan bisnis dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Investor berbondong-bondong beralih ke sektor defensif, mencari perlindungan dari volatilitas yang kian mengintai.

Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 669,42 poin atau satu koma tiga empat persen menjadi 49.451,98.

S&P 500 turun 108,71 poin atau satu koma lima tujuh persen ke 6.832,76, sementara Nasdaq Composite Index jatuh 469,32 poin atau dua koma nol tiga persen menjadi 22.597,15, demikian laporan Reuters dari New York, Jumat 13 Februari 2026.

Setelah sesi dibuka dengan penguatan tipis, indeks berbalik arah pada pagi hari ketika investor meninggalkan aset berisiko tinggi.

Sektor teknologi dan transportasi menjadi sorotan aksi jual, sementara utilitas, consumer staples, dan real estat menjadi pelabuhan aman. Sentimen negatif semakin intens setelah laporan kinerja kuartalan Cisco Systems dinilai mengecewakan.

Saham perusahaan jaringan itu merosot 12,3%, penurunan harian terbesar sejak Mei 2022, sekaligus menyeret raksasa teknologi lain seperti Apple, Nvidia, Broadcom, dan Amazon ke zona merah.

Jack Herr, analis di GuideStone Funds, menyoroti narasi yang lebih luas: sektor dan industri mana yang mampu meningkatkan produktivitas melalui AI, dan sebaliknya, siapa yang akan terguncang. “Tahun ini menjadi tahun ‘pembuktian’ bagi AI.

Kita perlu mulai melihat beberapa pengembalian investasi,” ujarnya.

Tekanan pasar juga diperkuat kekhawatiran bahwa data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan dapat menunda langkah pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

Investor kini menunggu laporan inflasi Januari yang dijadwalkan dirilis sebelum pembukaan perdagangan berikutnya.

Data terbaru menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran turun lebih kecil dari ekspektasi pekan lalu, menandakan pasar tenaga kerja masih tangguh meski terdampak gangguan cuaca musim dingin.

Baca juga:  Antam Resmi Tandatangani Kontrak Baru, PPRE Siap Pacu Kinerja Lebih Gila!

Marc Dizard, Chief Investment Officer di Huntington Wealth Management, menyatakan pasar kini berada di fase menunggu antara dua data ekonomi penting: laporan ketenagakerjaan dan inflasi, yang akan menentukan arah kebijakan moneter selanjutnya.

Musim laporan keuangan juga menghidupkan kekhawatiran terkait belanja modal besar perusahaan teknologi untuk pengembangan AI.

Amazon, Google, Meta, dan Microsoft diperkirakan akan menggelontorkan sekitar USD650 miliar secara kolektif dalam upaya mendominasi persaingan AI tahun ini, mencerminkan ambisi yang sekaligus menjadi risiko pasar.

Leave a Reply

investografi