Uni Emirat Arab dilaporkan telah menambang Bitcoin senilai sekitar $453,6 juta melalui kerja sama dengan mitra mereka, Citadel.

Aktivitas ini menempatkan negara tersebut sebagai salah satu entitas dengan operasi penambangan berskala besar yang signifikan.

Berdasarkan data yang tersedia, sebagian besar Bitcoin hasil tambang tersebut tampaknya masih disimpan dan belum dilepas ke pasar. Arus keluar terakhir tercatat sekitar empat bulan lalu, mengindikasikan strategi akumulasi jangka panjang.

Jika tidak memperhitungkan biaya energi, UEA disebut saat ini mencatat keuntungan sekitar $344 juta dari aktivitas penambangan Bitcoin. Angka ini menunjukkan selisih signifikan antara nilai produksi dan biaya operasional selain energi.

Langkah ini mencerminkan pendekatan strategis sejumlah negara dalam memanfaatkan sumber daya energi untuk menghasilkan aset digital sebagai bagian dari diversifikasi ekonomi.

Penambangan Bitcoin skala negara juga dapat memengaruhi dinamika suplai dan distribusi kepemilikan global.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait rencana likuidasi atau distribusi hasil tambang tersebut, namun pola penyimpanan menunjukkan kecenderungan untuk mempertahankan eksposur terhadap Bitcoin dalam jangka menengah hingga panjang.

Baca juga : SWF UAE: Bitcoin Merupakan Store of Value Serupa dengan Emas

Baca juga:  Donald Trump Jr. Dukung Thumzup, Raup 50 Juta untuk Perbendaharaan dan Pertambangan Kripto!

Leave a Reply

investografi