Sepanjang sesi, indeks dibuka di 8.300,22, sempat menyentuh level tertinggi 8.328,42 dan terendah 8.236,75.
Volume transaksi tercatat 258,2 juta lot dengan nilai Rp11,29 triliun. Data intraday menunjukkan indeks bergerak fluktuatif setelah pembukaan, dengan tekanan jual muncul setelah gagal bertahan di atas area 8.300.
Secara teknikal harian, IHSG masih bergerak dalam tren menengah yang sebelumnya mencatatkan kenaikan bertahap sejak pertengahan 2025 hingga awal 2026.
Namun pada Februari, indeks sempat mengalami koreksi tajam sebelum kembali bergerak konsolidatif di kisaran 8.200–8.400.
Posisi sesi I pada perdagangan hari ini berada di tengah rentang konsolidasi tersebut.
Level terendah sesi I di 8.236,75 menjadi area support intraday terdekat. Sementara area 8.300–8.330 menjadi resistance jangka pendek yang belum berhasil ditembus secara konsisten pada sesi pagi.
Dengan posisi indeks di 8.261, IHSG berada di bawah harga pembukaan. Hal ini mencerminkan tekanan jual yang lebih dominan setelah reli awal sesi.
Dari sisi sektoral, sektor industri menjadi penopang utama dengan kenaikan 0,61 persen. Saham UNTR menguat 1,82 persen dan PTPP naik 0,57 persen, memberikan kontribusi positif terhadap indeks.
Di sisi lain, sektor properti melemah paling dalam sebesar 1,18 persen, dengan tekanan pada DILD, LPKR, SMRA, MTLA, CTRA, ASRI, dan BSDE.
Pada indeks LQ45, saham-saham seperti SMGR, EXCL, AMRT, UNTR, GOTO, MEDC, dan MDKA mencatat kenaikan. Sebaliknya, JFPA, MBMA, INKP, BRPT, AADI, DSSA, dan NCKL menjadi penekan utama.
Volume Transaksi Aktif
Volume transaksi sesi I tergolong aktif dengan nilai Rp11,29 triliun, yang artinya partisipasi pasar tetap tinggi.
Namun distribusi pergerakan menunjukkan tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar yang berkontribusi terhadap pelemahan indeks.
Mengacu pada struktur intraday dan grafik harian, arah pergerakan IHSG pada sesi II akan ditentukan oleh respons terhadap dua level kunci.
Jika indeks mampu kembali menembus dan bertahan di atas 8.300, terdapat ruang menuju area 8.328 sebagai resistance terdekat.
Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut dan indeks turun di bawah 8.236, maka area 8.200 menjadi support psikologis berikutnya dalam rentang konsolidasi jangka pendek.
Dengan posisi indeks saat ini yang berada di tengah rentang 8.200–8.400, pergerakan sesi II secara teknikal masih berada dalam pola konsolidasi intraday, dengan fokus pada pengujian kembali resistance 8.300 atau support 8.236 sebagai penentu arah lanjutan.


Leave a Reply