Bitcoin mencatat rebound dua digit sekitar 14 persen dan sempat diperdagangkan kembali di atas $72.000. Pergerakan ini memicu spekulasi bahwa level $60.000 telah menjadi titik dasar jangka pendek.
Namun demikian, data menunjukkan trader papan atas belum kembali agresif membuka posisi long di pasar derivatif.
Data dari Cointelegraph dan CoinGlass menunjukkan indikator long to short trader utama di Binance turun ke level terendah dalam 30 hari.
Rasio tersebut merosot dari 1,93 menjadi 1,20, menandakan permintaan leverage bullish melemah tajam meski harga Bitcoin bangkit dari area terendah 15 bulan.
Rasio long to short trader top juga turun signifikan dari puncak 4,3 menjadi 1,7.
Penurunan ini bertepatan dengan likuidasi sekitar $1 miliar pada posisi futures bullish Bitcoin, di mana sejumlah pelaku pasar terpaksa menutup posisi akibat kekurangan margin.
Data ini lebih mencerminkan likuidasi paksa dibandingkan keyakinan kuat terhadap tren turun lanjutan.
Dalam empat hari terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang sempit sekitar 8 persen dan berkonsolidasi di dekat $69.000 setelah sempat turun tajam ke $60.130.
Ketidakpastian meningkat menyusul koreksi 52 persen dari rekor tertinggi $126.220 pada Oktober 2025.
Kondisi ini mendorong sikap ultra skeptis di kalangan trader besar, meski indeks S and P 500 bertahan dekat level tertinggi dan harga emas naik sekitar 20 persen dalam dua bulan terakhir.
Meski trader derivatif terlihat defensif, permintaan terhadap ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat menunjukkan sinyal berbeda.
ETF Bitcoin yang terdaftar di AS mencatat arus masuk bersih sebesar $516 juta sejak Jumat, membalikkan tren negatif sebelumnya yang sempat mencatat arus keluar bersih $2,2 miliar pada periode 27 Januari hingga 5 Februari.
Hal ini mengindikasikan bahwa investor besar atau whale belum sepenuhnya berbalik bearish.
Franklin Bi dari Pantera Capital menyebut kemungkinan adanya perusahaan trading lintas aset yang melakukan unwind margin secara luas, termasuk di logam seperti perak yang sempat anjlok tajam dalam periode yang sama.
Namun, belum ada data resmi yang mengonfirmasi teori tersebut.
Di pasar opsi, sentimen juga sempat condong ke arah netral hingga bearish. Rasio put to call premium Bitcoin di Deribit melonjak ke 3,1 sebelum kembali turun ke 1,7.
Lonjakan tersebut menunjukkan preferensi sementara terhadap instrumen lindung nilai dibandingkan posisi bullish spekulatif.
Secara keseluruhan, rendahnya permintaan leverage mencerminkan kehati hatian pasar pasca volatilitas tinggi.
Sejumlah analis menilai kondisi ini justru menciptakan fondasi yang lebih sehat untuk reli berkelanjutan di masa depan, karena struktur pasar tidak lagi didominasi posisi leverage berlebihan.
Baca juga : CEO Canary Capital: Bitcoin Bottom di Bulan Oktober, Siap Meroket ke $200.000 di 2027


Leave a Reply