Lonjakan harga ini terjadi di tengah tekanan jual yang tinggi dan tanpa katalis formal dari sisi aksi manajemen.
Pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, hingga pukul 15.30 WIB, sahan ROCK melonjak 24,83 persen ke level 3.770. Secara teknikal, lonjakan harga terjadi dalam tren naik yang sudah terbentuk sejak beberapa bulan terakhir.
Volume transaksi pada perdagangan sesi kedua hari ini tercatat 9.060 lot dengan nilai Rp3,4 miliar dan rata-rata harga Rp3.748. Lalu, apa yang menarik dari ROCK hingga harganya selalu berada di zona hijau bahkan beberapa kali menyentuh ARA?
Jika ditelusuri dari sisi data keuangan dan struktur saham, terdapat sejumlah faktor yang menjelaskan mengapa saham ini menjadi perhatian pasar.
Bebas Utang
Dari sisi neraca, ROCK menunjukkan struktur permodalan yang sangat ringan terhadap utang. Debt to equity ratio tercatat 0,01 dengan total utang hanya Rp8 miliar.
Pada saat yang sama, posisi kas kuartalan mencapai Rp41 miliar, sehingga menghasilkan net debt negatif Rp34 miliar. Artinya, kas yang dimiliki lebih besar daripada total utang berbunga.
Rasio likuiditas juga berada dalam posisi relatif stabil. Current ratio tercatat 1,61, sementara interest coverage TTM sebesar 13,70 kali.
Altman Z-Score berada di level 6,28, yang secara model menunjukkan risiko kebangkrutan yang sangat rendah.
Struktur seperti ini mencerminkan perusahaan dengan tekanan finansial minimal dan beban bunga yang tidak signifikan.
Di sisi profitabilitas, kinerja 2025 menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih yang diannualisasi mencapai Rp23 miliar, meningkat dibanding Rp11 miliar pada 2024.
Secara kuartalan, setelah mencatat rugi Rp7 miliar pada kuartal IV 2024, perusahaan membukukan laba Rp5 miliar pada kuartal I 2025, Rp7 miliar pada kuartal II 2025, dan Rp6 miliar pada kuartal III 2025.
Tiga kuartal berturut-turut mencatatkan laba positif setelah periode rugi sebelumnya.
Margin juga berada pada level yang relatif tinggi untuk skala perusahaan ini. Gross profit margin kuartalan tercatat 49,5 persen, operating margin 30,09 persen, dan net margin 17,97 persen.
Arus kas operasional TTM mencapai Rp54 miliar dengan free cash flow sebesar Rp52 miliar, menunjukkan konversi laba menjadi kas yang relatif baik serta kebutuhan belanja modal yang terbatas.
Free Float hanya 20 Persen
Struktur kepemilikan juga menjadi faktor penting. Dari total 1,44 miliar saham beredar, free float hanya sekitar 20 persen.
Dengan jumlah saham publik yang terbatas, pergerakan harga menjadi lebih sensitif terhadap perubahan permintaan.
Dalam kondisi volume meningkat dan harga mendekati ARA, kombinasi free float kecil dan tekanan beli dapat mempercepat kenaikan harga.
Secara kuantitatif, kualitas fundamental juga tercermin dari Piotroski F-Score yang berada di level 8.
Skor ini mengindikasikan perbaikan profitabilitas, struktur leverage yang terkendali, serta efisiensi operasional yang membaik dibanding periode sebelumnya.
Di sisi lain, valuasi saham ini berada pada level tinggi. PER TTM tercatat 536,74 kali, PBV 6,62 kali, dan price to sales 41,43 kali.
Rasio tersebut jauh di atas median IHSG yang berada di kisaran satu digit untuk PER TTM. Earnings yield TTM tercatat 0,19 persen.
Dengan demikian, daya tarik saham ROCK tidak bersumber dari valuasi murah, melainkan dari kombinasi faktor lain yang tercermin dalam data.
Struktur neraca yang kuat, posisi kas bersih, perbaikan laba setelah periode rugi, margin yang tinggi, arus kas positif, free float terbatas, serta momentum harga yang kuat menjadi elemen yang secara simultan membentuk perhatian pasar terhadap saham ini.
Kenaikan harga yang terjadi tanpa aksi korporasi formal menunjukkan bahwa dinamika perdagangan lebih banyak dipengaruhi oleh kombinasi struktur fundamental dan karakteristik saham itu sendiri, sebagaimana tercermin dalam data keuangan dan struktur kepemilikan terbaru.
Disclaimer: Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya.
Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional.
Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.


Leave a Reply