Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi mengatakan total keseluruhan emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI saat ini berjumlah 654 emisi.
“Dengan nilai outstanding sebesar Rp534,00 triliun dan USD139,34 juta, diterbitkan oleh 136 emiten,” ujar dia dalam keterangannya dikutip, Minggu, 16 November 2025.
Sementara Surat Berharga Negarayang tercatat di BEI berjumlah 191 seri dengan nilai nominal Rp6.423,84 triliun dan USD352,10 juta. Efek Beragun Asetsebanyak 7 emisi senilai Rp2,13 Triliun.
Adapun selama sepekan periode 10-14 November 2025, terdapat penerbitan empat emisi baru di BEI.
Pada Senin, 10 November 2025, perdagangan BEI dibuka dengan pencatatan perdana Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset SyariahBRI-MI Jakarta Lingkar Baratsatu, yang merupakan KIK-EBA Syariah pertama di Indonesia.
“Produk ini merupakan sekuritisasi surat berharga ijarah hak pendapatan tol PT Jakarta Lingkar Baratsatuatas ruas tol JORR W1 yang memperoleh peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia,” jelas Kautsar.
Kemudian pada Selasa, 11 November 2025, Obligasi Berkelanjutan V Toyota Astra Financial Services Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2025 oleh PT Toyota Astra Financial Services mulai dicatatkan di BEI.
Obligasi dicatatkan dengan nominal pokok Rp1 triliun dengan hasil pemeringkatan dari PT Fitch Ratings Indonesia untuk Obligasi adalah AAAPT Bank Rakyat IndonesiaTbk bertindak sebagai Wali Amanat atas penerbitan ini.
Sedangkan pada Jumat 14 November 2025, Obligasi Berkelanjutan VI Pegadaian Tahap IV Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Pegadaian Tahap III Tahun 2025 oleh PT Pegadaian juga dicatatkan di BEI.
Obligasi dicatatkan dengan nominal Rp3.221.435.000.000,00 dan Sukuk dicatatkan dengan nominal Rp1.553.205.000.000,00.
“Hasil pemeringkatan dari PEFINDO untuk Obligasi dan Sukuk masing-masing adalah idAAAdan idAAAdengan Wali Amanat PT Bank Mega Tbk,” pungkas Kautsar.


Leave a Reply