Otoritas keamanan Rusia, dengan keterlibatan dinas intelijen FSB, berhasil membongkar praktik penambangan Bitcoin ilegal berskala besar di wilayah Republik Komi.

Seorang pria berusia 39 tahun ditangkap setelah terbukti memodifikasi sebuah gudang pertanian menjadi fasilitas mining rahasia yang mengoperasikan 80 perangkat ASIC miner.

Pelaku melakukan penyambungan kabel ilegal secara langsung ke gardu induk listrik untuk memanipulasi meteran, yang mengakibatkan kerugian energi mencapai $80.000 atau sekitar Rp1,25 miliar.

​Kasus ini menjadi sorotan tajam karena terjadi di tengah ambisi besar Republik Komi untuk bertransformasi menjadi pusat penambangan kripto nasional dengan rencana pembangunan 15 pusat data resmi senilai $28 juta.

Penindakan tegas ini merupakan bagian dari implementasi undang-undang kripto Rusia tahun 2026 yang membatasi konsumsi listrik penambang individu maksimal 6.000 kWh per bulan.

Langkah FSB ini mengirimkan pesan kuat kepada pelaku market bahwa transisi Rusia menjadi hub kripto global akan disertai dengan penegakan hukum yang sangat ketat terhadap segala bentuk pencurian sumber daya energi negara.

Baca juga : Dihapus dari 73 Exchange Kripto, Transaksi On-chain Monero Tetap Stabil Sepanjang 2025

Baca juga:  Vitalik Soroti Masa Depan Ethereum: Layer-2 Wajib Hadirkan Inovasi, Bukan Sekadar Efisiensi!

Leave a Reply

investografi