Rusia berencana menggunakan rubel digital sebagai instrumen utama dalam setelmen perdagangan antarnegara anggota BRICS.
Timur Aitov, Ketua Komite Keamanan Pasar Finansial Rusia, menyatakan bahwa negara-negara BRICS memerlukan mata uang digital bank sentraluntuk memfasilitasi transaksi antarnegara.
Bank of Russia sendiri menargetkan implementasi sistem pembayaran rubel digital ini sudah bisa berjalan pada 1 September mendatang.
Aitov mengakui bahwa kebutuhan domestik terhadap CBDC sebenarnya tidak terlalu mendesak bagi individu maupun perbankan lokal. Namun, ia menekankan bahwa rubel digital dirancang sebagai proyek internasional yang strategis.
Langkah ini dipandang sebagai upaya Rusia untuk membangun sistem pembayaran alternatif dan mengurangi ketergantungan pada jaringan transaksi global yang didominasi oleh dolar AS, terutama sejak adanya sanksi dari negara-negara Barat.
Integrasi rubel digital dalam ekosistem perdagangan BRICS diprediksi akan mengubah struktur setelmen internasional secara signifikan.
Penggunaan CBDC dianggap mampu menawarkan efisiensi dan keamanan lebih tinggi dalam transaksi antarnegara anggota tanpa harus melalui sistem keuangan tradisional Barat.
Jika berhasil, langkah Rusia ini bisa menjadi katalis bagi negara-negara berkembang lainnya untuk beralih ke aset digital dalam perdagangan kedaulatan mereka.
Baca juga : JPMorgan Proyeksikan Pasar Kripto Menguat pada 2026


Leave a Reply