...

Pada 9 Februari 2026, Andrew membeli 150.000 lembar saham di harga Rp3.060 per saham dengan total nilai transaksi sekitar Rp459 juta.

Transaksi ini meningkatkan kepemilikannya dari 3.281.700 lembar atau 0,013 persen menjadi 3.431.700 lembar setara 0,014 persen, dengan status kepemilikan langsung untuk tujuan investasi.

Langkah ini terjadi di tengah fase pemulihan harga MDKA dalam sepekan terakhir. Dalam periode lima hari perdagangan, saham ini telah menguat 8,42 persen dari Rp2.850 menuju Rp3.090 sebelum akhirnya kembali naik pada sesi berjalan.

Pada perdagangan sesi I Rabu, 11 Februari 2026, harga tercatat di kisaran Rp3.160–Rp3.170, atau menguat sekitar 2,26–2,59 persen dari penutupan sebelumnya Rp3.090.

Secara intraday, saham dibuka di Rp3.100, sempat menyentuh level tertinggi Rp3.220 dan terendah Rp3.090, mencerminkan adanya dorongan beli lanjutan pasca aksi komisaris.

Harga pembelian Andrew di Rp3.060 berada dekat dengan area support teknikal jangka pendek yang terbentuk di kisaran Rp3.000–Rp3.100.

Fakta bahwa aksi beli dilakukan di level tersebut memberi sinyal bahwa manajemen melihat valuasi atau momentum harga masih menarik di area bawah.

Secara psikologis, transaksi insider buying kerap dibaca pasar sebagai bentuk keyakinan internal terhadap prospek perusahaan, terlebih dilakukan dalam kondisi harga yang sebelumnya terkoreksi dari area lebih tinggi.

Teknikal MDKA

Dari sisi teknikal, pergerakan MDKA menunjukkan pola rebound jangka pendek setelah menahan tekanan di bawah Rp3.000 pada akhir Januari.

Dengan harga kini bergerak di atas Rp3.150 dan mendekati area Rp3.200, resistance terdekat berada di kisaran Rp3.220–Rp3.250 yang sebelumnya menjadi area distribusi.

Jika momentum beli bertahan dan volume tetap solid, peluang uji ulang ke area Rp3.250 hingga Rp3.300 terbuka pada perdagangan berikutnya.

Baca juga:  Prediksi Mengejutkan: IHSG Bisa Tembus 8.500 Akhir 2025 dan 9.300 di 2026!

Namun demikian, area Rp3.100 kini menjadi support intraday penting. Selama harga mampu bertahan di atas Rp3.050–Rp3.100, struktur kenaikan jangka pendek masih terjaga.

Sebaliknya, jika tekanan jual muncul dan harga kembali turun di bawah area tersebut, potensi konsolidasi ulang dapat terjadi sebelum melanjutkan tren.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp77,58 triliun dan posisi harga yang masih berada di bawah level tertinggi 52 minggu di Rp3.580, ruang kenaikan secara teknikal masih tersedia.

Aksi beli komisaris senilai Rp459 juta memang relatif kecil dibandingkan total kapitalisasi, namun secara sentimen memiliki bobot signifikan karena menunjukkan komitmen internal terhadap saham.

Untuk perdagangan esok hari, arah harga MDKA akan sangat bergantung pada keberlanjutan volume dan kemampuan bertahan di atas Rp3.100.

Jika sentimen positif dari aksi insider buying terus direspons pasar dan harga mampu menembus Rp3.220 secara meyakinkan, peluang penguatan lanjutan menuju Rp3.300 terbuka.

Namun volatilitas tetap perlu diperhatikan, mengingat kenaikan dalam sepekan terakhir sudah cukup tajam dan berpotensi memicu aksi ambil untung jangka pendek.

Disclaimer: Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya.

Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional.

Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Leave a Reply

investografi