...

Perusahaan baru saja merampungkan akuisisi 60 persen saham SBPL.

Penyelesaian akuisisi ini bukan sekadar ekspansi korporasi, tetapi sebuah penguatan struktural yang memperluas jangkauan pasar dan memperdalam kemampuan EPC (Engineering, Procurement, and Construction) perusahaan.

Dengan masuknya SBPL ke dalam ekosistem PTRO, perusahaan kini memiliki platform yang lebih solid untuk mengejar proyek-proyek bernilai tinggi dan memperluas penetrasi regional di luar Indonesia.

Integrasi ini juga membuka peluang cross selling yang lebih kuat, terutama untuk proyek-proyek EPCI yang selama ini menjadi fokus pertumbuhan jangka panjang.

Percepatan pada segmen EPCI menjadi salah satu pilar utama perubahan arah pertumbuhan PTRO.

Kontrak terbaru senilai USD9,5 juta dari Petronas menjadi validasi langsung kapasitas perusahaan untuk menangani proyek-proyek energi berskala besar.

Lebih dari itu, pipeline proyek EPCI terlihat terus menguat dan menjadi sinyal bahwa PTRO tengah bersiap memasuki fase pertumbuhan bertingkat, terutama jika kapasitas pendanaan dapat diperluas.

Momentum ini menempatkan PTRO pada posisi yang strategis untuk memanfaatkan permintaan regional yang meningkat terhadap layanan teknik, pengadaan, konstruksi, dan instalasi.

Struktur Modal Kunci Keberlanjutan Ekspansi

Manajemen PTRO juga melihat struktur modal sebagai kunci keberlanjutan ekspansi.

Dengan tingkat leverage yang masih terkendali, perusahaan membuka opsi untuk melakukan equity raise demi memperkuat neraca keuangan sekaligus menyediakan ruang pertumbuhan bagi bisnis EPCI.

Rencana ini menunjukkan bahwa PTRO tidak hanya mengejar pertumbuhan agresif, tetapi juga memperhatikan disiplin pembiayaan agar ekspansi tidak menimbulkan tekanan jangka panjang pada profitabilitas.

Secara fundamental, performa PTRO dalam sembilan bulan pertama 2025 menunjukkan arah yang sangat positif. Pendapatan melonjak 18,4 persen secara tahunan, sementara laba operasi tumbuh 28,7 persen.

Pertumbuhan ini tidak hanya ditopang bisnis inti pertambangan dan EPC, tetapi juga kontribusi awal dari EPCI yang mulai terlihat. Kombinasi ini memberikan dorongan signifikan pada laba bersih yang meningkat 141,9 persen YOY.

Baca juga:  Indef Pertanyakan Validitas Data BPS soal Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen

Hal ini mencerminkan adanya efektivitas transformasi portofolio bisnis perusahaan. Dengan ekspektasi percepatan EPCI pada kuartal keempat, kinerja PTRO diperkirakan semakin mendekati target perusahaan untuk tahun penuh 2025.

HP Naikkan Target Harga PTRO

Keyakinan terhadap prospek pertumbuhan membawa revisi positif terhadap valuasi perusahaan. Henan Putihrai Sekuritasmenaikkan target harga menjadi Rp13.100 per saham, naik dari sebelumnya Rp10.000.

Kenaikan ini mencerminkan pandangan konstruktif terhadap arah pertumbuhan PTRO, yang didukung oleh kontribusi SBPL.

Didukung pula oleh percepatan EPCI, perluasan margin, serta penetrasi pasar regional yang semakin nyata. Valuasi tersebut didasarkan pada pendekatan DCF dengan WACC 8,9 persen dan terminal growth 4 persen.

Juga memasukkan alpha tambahan sekitar 14,2 persen terhadap benchmark untuk mencerminkan potensi keunggulan relatif PTRO.

Meski prospek berkembang positif, manajemen tetap mencatat sejumlah risiko yang dapat menahan kinerja jangka pendek.

Integrasi SBPL yang lebih lambat dari perkiraan dan potensi keterlambatan ramp up EPCI dapat menekan pendapatan dalam beberapa kuartal awal.

Namun arah besar dari pergerakan fundamental menunjukkan bahwa PTRO sedang bergerak menuju fase pertumbuhan yang lebih besar, dengan fondasi bisnis yang semakin terdiversifikasi dan kemampuan operasional yang terus meningkat.

Secara keseluruhan, PTRO memasuki 2026 dengan momentum yang kuat.

Konsolidasi SBPL, pertumbuhan agresif pada segmen EPCI, potensi penguatan neraca melalui aksi korporasi, serta kinerja keuangan yang solid membuat perusahaan berada pada jalur percepatan struktural.

Jika pipeline proyek berjalan sesuai rencana dan integrasi bisnis baru berlangsung mulus, PTRO berpotensi memasuki siklus pertumbuhan yang lebih panjang, didukung permintaan sektor energi dan infrastruktur yang terus meningkat di kawasan regional.

Leave a Reply

investografi