...

Penutupan di level 216, melonjak 30,12 persen dari hari sebelumnya, menandai lonjakan maksimum harian yang sangat agresif dan sekaligus mengubah struktur pergerakan jangka pendek saham ini.

Dari sisi harga, PPRE dibuka di 164 dan langsung melesat hingga menyentuh level tertinggi harian 222 sebelum ditutup di 216.

Rentang pergerakan intraday yang sangat lebar ini menunjukkan bahwa dorongan beli muncul sejak awal sesi dan bertahan hingga penutupan, tanpa fase distribusi yang signifikan di akhir perdagangan.

Fakta bahwa harga penutupan masih berada dekat area atas harian memperlihatkan tekanan jual belum dominan,. Ini menjadi sebuah karakter yang kerap muncul pada saham-saham yang masih berada dalam fase momentum lanjutan.

Aktivitas transaksi menjadi faktor kunci dalam menguji peluang auto rejection ataspada perdagangan berikutnya. Total volume mencapai sekitar 5,62 juta lot dengan nilai transaksi Rp113,6 miliar dan frekuensi hampir 47 ribu kali.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis PPRE, sehingga menandakan masuknya partisipasi pasar yang luas, bukan sekadar transaksi tipis.

Lonjakan frekuensi memperlihatkan bahwa kenaikan tidak ditopang satu atau dua transaksi besar, melainkan distribusi order yang relatif merata di berbagai level harga.

Struktur antrean order di akhir sesi juga memberikan sinyal penting. Di sisi bid, antrian cukup tebal terkonsentrasi di area 224–216 dengan total lot yang relatif besar, sementara sisi offer di atasnya terlihat lebih tipis dan terputus.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa minat beli masih aktif mempertahankan harga di area atas, sekaligus membuka ruang dorongan lanjutan apabila tekanan jual pada pembukaan esok hari tidak agresif.

Harga indikatif penutupan di kisaran 218 juga menempatkan saham ini dekat batas atas potensi pergerakan hari berikutnya.

Baca juga:  Pahami Rahasia Net Buy dan Net Sell Asing, Bisa Jadi Penentu Arah Investasimu!

Secara teknikal harian, lonjakan hari ini mengonfirmasi kelanjutan tren naik yang sudah terbentuk sejak akhir tahun lalu.

Grafik memperlihatkan fase akselerasi setelah periode konsolidasi panjang, dengan volume yang kembali membesar seiring kenaikan harga.

Pola seperti ini secara statistik sering diikuti oleh percobaan lanjutan menuju batas atas harian pada sesi berikutnya, terutama jika tidak ada gap distribusi besar di penutupan.

Namun, peluang ARA tidak berdiri sendiri tanpa risiko. Kenaikan satu hari yang langsung mencapai 30 persen juga meningkatkan potensi aksi ambil untung cepat, khususnya dari pelaku yang masuk di harga bawah pada fase awal lonjakan.

Jika pada pembukaan besok muncul tekanan jual agresif dengan volume besar dan antrean bid cepat tergerus, maka skenario ARA bisa berubah menjadi volatilitas tinggi tanpa penutupan maksimal.

Disclaimer: Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya.

Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional.

Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Leave a Reply

investografi