...

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, total penjualan ritel kendaraan (dari dealer ke konsumen) sepanjang Januari hingga Juli 2025 tercatat sebanyak 453.278 unit, mengalami penurunan 10,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) mencapai 435.390 unit, turun 10,1 persen dari tahun sebelumnya. Meski secara tahunan terjadi kontraksi, performa bulanan mulai menunjukkan tren pemulihan.

Pada Juli 2025, penjualan ritel naik 1,8 persen dibanding Juni, dengan volume sebesar 62.770 unit.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Toyota tetap menjadi pemimpin pasar dengan pangsa ritel 32,4 persen, membukukan 20.185 unit pada Juli.

Sementara Daihatsu menempati posisi kedua dengan 11.220 unit, mencatat pertumbuhan 12,2 persen dibanding bulan sebelumnya, memperkuat pangsa pasarnya menjadi 17,2 persen.

Sementara Honda mengamankan posisi ketiga dengan penjualan 5.003 unit, disusul oleh Mitsubishi Motorsdan Suzuki

Mobil Elektrifikasi dan Merek Baru Naik Daun

Beberapa merek kendaraan elektrifikasi mencatat pertumbuhan pesat. Penjualan brand otomotif asal China, BYD, naik 30,2 persen secara bulanan dengan 2.827 unit ritel, naik hampir 708 persen dibanding tahun lalu.

Sementara untuk Chery juga mencatat lonjakan signifikan secara tahunan hingga 150 persen, menandakan meningkatnya penerimaan pasar terhadap merek Tiongkok.

Meskipun merek-merek besar seperti Toyota dan Daihatsu masih dominan, pemain baru di segmen elektrifikasi mulai menggerus dominasi merek lama dengan inovasi dan harga yang kompetitif.

Dari sisi produksi, Toyota kembali unggul dengan produksi sebanyak 293.498 unit (44,5 persen pangsa produksi nasional). Diikuti oleh Mitsubishi Motors dan Daihatsu.

Untuk ekspor, Toyota juga mendominasi dengan volume 97.740 unit, sementara Daihatsu dan Mitsubishi Motors berada di peringkat berikutnya.

Baca juga:  Daihatsu Rocky Hybrid Resmi Meluncur di GIIAS Surabaya 2025! Siap Gemparkan Pasar!

Pertumbuhan ekspor sebesar 9,8 persen menunjukkan bahwa pasar luar negeri menjadi penopang penting saat permintaan domestik melambat.

Menanggapi penjualan mobil periode Juli 2025, Pengamat Otomotif Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, penjualan dari dealer sedikit lebih tinggi, yakni sekitar 3 persen dari pembelian dealer ke pabrik.

Menurutnya, dealer takut mengalami kelebihan invetori ketika daya beli sedang lesu dan konsumen masih wait and see respons pasar terhadap munculnya model-model baru di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show2025.

Akadamisi dari Institut Teknologi Bandungitu melihat saat ini dealer memilih untuk melakukan pengurangan stok sembari menahan pesanan baru hingga yakin pabrik akan memberi insentif atau model baru dengan harga yang lebih menarik.

“Mereka bisa jadi hanya akan buka kran pesanan lagi kalau ekonomimulai membaik dan tingkat demand pasar kembali stabil,” ujarnya.

Leave a Reply

investografi