Hal itu tercermin dari capaian penjualan delapan IKM binaan pemerintah yang menembus Rp338,16 juta selama gelaran pameran kerajinan Inacraft 2026.

Melalui ajang ini, IKM binaan diklaim mampu menjadi indikator respons pasar terhadap produk yang ditawarkan.

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia kembali memfasilitasi keikutsertaan pelaku IKM dalam pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara tersebut guna memperluas akses pasar produk dalam negeri, baik di pasar domestik maupun internasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pameran kerajinan menjadi sarana strategis bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat promosi produk nasional.

“Inacraft menjadi ajang strategis bagi para pelaku usaha kerajinan untuk semakin memperluas pasarnya.

Fasilitasi dan pembinaan Kemenperin untuk IKM ini adalah bentuk apresiasi dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri, sekaligus upaya membuka peluang promosi yang lebih luas bagi IKM dalam negeri,” kata Agus dalam keterangannya, dikutip Senin, 16 Februari 2026.

Pameran Inacraft 2026 digelar pada 4–8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center.

Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, pemerintah memfasilitasi delapan IKM dari berbagai daerah untuk mengikuti pameran tersebut.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan delapan IKM yang ikut serta menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari kerajinan tanduk, aksesoris, perhiasan mutiara, produk tas berbahan serat alam dan kulit, produk fashion dan tenun, hingga kerajinan dari limbah kayu yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

Menurut Reni, penyediaan booth dalam satu area diharapkan mampu membantu pelaku usaha memaksimalkan peluang transaksi sekaligus memperluas pasar.

Ditjen IKMA memfasilitasi penyediaan booth yang berada dalam satu island.

Kami berharap dengan dukungan ini, IKM mampu mengerahkan segala potensinya dengan mencatat penjualan yang tinggi dan memperkuat posisinya di pasar nasional dan global melalui ekspansi pasar,” ujarnya.

Baca juga:  ADHI Garap Proyek LNG Blok Abadi: Potensi Keuntungan dan Prospek Masa Depan

Ia menambahkan, produk-produk yang dipamerkan menunjukkan inovasi desain yang menyesuaikan kebutuhan pasar.

“Kami mengapresiasi upaya pelaku IKM dalam negeri yang semakin kreatif mengeksplorasi berbagai sumber bahan baku lokal setempat dan melakukan modifikasi agar dapat diterima pasar luas,” kata Reni.

Data Kemenperin juga menunjukkan potensi ekspor sektor kerajinan terus tumbuh. Pada triwulan III 2025, nilai ekspor kerajinan tercatat mencapai USD305,54 juta, meningkat dibanding triwulan sebelumnya sebesar USD173,5 juta.

Reni menilai bahan baku lokal yang dipadukan dengan desain dan nilai seni mampu menghasilkan produk bernilai jual tinggi.

“Bahan baku lokal yang dipadu dengan sentuhan seni dan aspek desain menghasilkan karya bernilai jual tinggi.

Oleh karena itu, kami mendorong pelaku IKM untuk terus menghadirkan produk yang inovatif, kreatif, dan memiliki karakter kuat agar dapat meningkatkan daya tarik produk kerajinan Indonesia di mata konsumen nasional maupun internasional,” ujarnya.

Selain pameran produk, kegiatan lain seperti workshop, fashion show, hingga pemberian penghargaan juga digelar untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan.

Salah satu peserta binaan pemerintah, PT Dmoroy Kreasi Alam Nusantara, meraih Inacraft Awards 2026 untuk kategori Natural Fibers.

Sementara itu, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan mengatakan pameran tersebut menjadi momentum bagi IKM untuk memperkuat posisi sebagai penggerak ekonomi kreatif.

“Kami juga melaksanakan berbagai program pembinaan untuk IKM antara lain pengembangan dan diverisifikasi produk, pendampingan sertifikasi dan standardisasi, serta pendampingan untuk kesiapan ekspor sehingga IKM siap bersaing dan mampu untuk naik kelas,” ujar Budi.

Ia menambahkan, keberhasilan IKM menembus pasar nasional hingga global diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan daya saing industri nasional melalui peningkatan kualitas, desain, dan inovasi produk.

Baca juga:  Menkeu Purbaya Buka Opsi Revisi RAPBN 2026, Fokus Jaga Kesehatan APBN Tetap Prima

Leave a Reply

investografi