Penjualan mobil baru periode Februari 2026 cukup menarik, mengingat adanya momentum bulan Ramadan dan libur Lebaran Idulfitri.

Pada bulan tersebut, sebagian konsumen mungkin mencari kendaraan anyar untuk dipakai mudik hingga berlibur.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan mobil baru sepanjang Januari 2026 terhitung naik 7 persen dibanding Januari tahun lalu dengan perolehan 66.447 unit secara wholesales (dari pabrik ke dealer).

Sementara pada Februari 2025, penjualan mobil baru terbilang positif dengan kenaikan 2,2 persen secara tahunan, atau mencapai 72.295 unit dari 70.772 unit pada 2024.

Melihat kondisi ekonomi saat ini yang tengah tertekan, berapakah angka penjualan yang akan didulang industri otomotif roda empat?

Pengamat Otomotif, Yannes Martinus Pasaribu memproyeksikan, penjualan mobil baru Februari 2026 tidak akan terpaut jauh dari capaian tahun lalu di rentang 70 ribuan unit.

Analisa tersebut terbilang realistis meskipun didorong pameran otomotif Indonesia International Motor Show2026 yang diadakan di Jakarta selama 5-15 Februari lalu.

Meski demikian, Yannes berharap terjadinya pertumbuhan penjualan otomotif dalam momen menjelang libur Lebaran 2026. Terlepas dari itu, ia juga melihat pasar otomotif roda empat masih memiliki tantangan dalam pembelian secara kredit.

“Harapannya terjadi peningkatan sales akibat adanya event tahunan yaitu siklus persiapan mudik. Tetapi tantangan terbesarnya sebetulnya bukan pada minat beli, melainkan pada tembok besar sektor pembiayaan.

Karena riwayat kredit macet serta NPL,” terang Akademisi dari Institut Teknologi Bandungtersebut.

Menurut Yannes, lembaga pembiayaan yang memiliki produk kredit kendaraan kini semakin ketat dalam menyetujui proses kepemilikan unit. Sehingga faktor tersebut akan berpengaruh besar dalam data penjualan kendaraan bulan ini.

“Di tengah daya beli yang melemah dan risiko gagal bayar yang meningkat, leasing kini semakin memperketat approval ratenya.

Baca juga:  DKFT Siap Cuan! Dividen Rp25 Cair Bulan Ini, Jangan Sampai Ketinggalan!

Akibatnya, sebagian minat awal kan bakalan berpotensi gugur saat verifikasi kredit berlangsung,” jelasnya.

Tantangan tersebut mesti dicermati para pelaku industri otomotif, termasuk pihak dealer maupun leasing untuk menjalankan strategi penjualan yang optimal.

“Di sini dealer mau tidak mau harus merancang skema DPlebih fleksibel, subsidi bunga, atau bundling trade-inagar unit tetap terserap sebelum momentum Ramadan dan Lebaran berlalu.

Jadi, tanpa solusi pembiayaan yang adaptif, angka target tersebut sangat mungkin terkoreksi,” pungkas Yannes.

Leave a Reply

investografi