Open interest kontrak berjangka Bitcoin dilaporkan turun ke level $34 miliar, mencerminkan berkurangnya total posisi terbuka di pasar derivatif.
Penurunan ini biasanya diartikan sebagai berkurangnya eksposur risiko atau penutupan posisi oleh pelaku pasar.
Meski demikian, volume perdagangan yang didenominasi dalam Bitcoin tercatat relatif stabil. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap leverage belum mengalami perubahan signifikan, meskipun nilai open interest secara nominal menurun.
Data pasar juga menunjukkan pergeseran sentimen ke arah lebih berhati hati. Data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi meningkatkan ketidakpastian ekonomi dan memicu tekanan pada aset berisiko.
Selain itu, struktur opsi Bitcoin menunjukkan skew yang condong ke sisi bearish, menandakan meningkatnya permintaan terhadap instrumen lindung nilai terhadap penurunan harga.
Di sisi lain, aset safe haven tradisional seperti emas menunjukkan kekuatan relatif, sementara pasar saham tetap stabil di tengah ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.
Perbedaan performa ini memperkuat pandangan bahwa investor masih bersikap selektif terhadap eksposur kripto dalam jangka pendek.
Kombinasi open interest yang menurun dan indikator opsi yang melemah mencerminkan fase konsolidasi dengan sentimen defensif.
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan makroekonomi dan arah kebijakan suku bunga sebagai katalis berikutnya bagi pergerakan Bitcoin.
Baca juga : Trader Top Bitcoin Enggan Buka Posisi Long Meski Harga Rebound 14%


Leave a Reply