Namun, Moody’s memberikan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Hasil afirmasi tersebut merupakan tahapan akhir dari proses asesmen Moody’s setelah rangkaian kunjungan tanggal 27-29 Januari 2026 di Jakarta.
Pemerintah mengapresiasi asesmen Moody’s yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada posisi Baa2, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.
“Pemerintah terus melakukan transformasi ekonomi dan menghidupkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi,” ujar Deni Surjantoro, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan.
Deni menyebut Pemerintah terus memastikan bahwa setiap potensi risiko dapat dikelola dengan baik. Berbagai upaya debottlenecking yang menghambat aktivitas usaha terus dilakukan.
Selain itu, kata dia, Pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan nilai tukar serta stabilitas pasar keuangan.
“Dengan komitmen dan konsistensi kebijakan, Pemerintah optimis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan kesejahteraan rakyat,” katanya.
Deni menyampaikan indikasi perbaikan ekonomi telah terlihat sejak semester II 2025 dengan berbagai indikator yang membaik.
Hal ini juga dikonfirmasi dengan kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen yang melebihi ekspektasi pasar.
“Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dengan komitmen pengelolaan ekonomi yang makin baik, ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat, dan investasi yang meningkat di berbagai sektor sebagai indikator makin kuatnya kepercayaan investor terhadap Indonesi,” pungkasnya.
Dalam laporannya, Moody’s menekankan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tetap menjadi pilar utama profil kredit negara.
Pertumbuhan PDB riil diperkirakan stabil dalam jangka menengah, ditopang oleh kekayaan sumber daya alam dan struktur demografi yang mendukung.
Beban utang Pemerintah tetap terkendali didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang prudent, sementara inflasi yang terjaga dalam sasaran memperkuat stabilitas domestik.
Kapabilitas institusional dalam mengelola tekanan eksternal, termasuk stabilisasi nilai tukar, juga diakui sebagai salah satu kekuatan utama Indonesia.
Moody’s memahami Pemerintah Indonesia sedang berupaya melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Upaya mencapai pertumbuhan tinggi tersebut kini menemukan momentum dan pemerintah fokus melakukan perubahan-perubahan yang fundamental dalam pengelolaan perekonomian.
Pengelolaan kebijakan fiskal sebagai instrumen kebijakan pembangunan dan pengelolaan ekonomi untuk akselerasi pertumbuhan.


Leave a Reply