Sepanjang sesi, IHSG dibuka di 8.240,01, sempat bergerak naik hingga menyentuh 8.251,99. Namun tekanan jual membawa indeks turun ke level terendah 8.170,59 sebelum akhirnya ditutup di zona merah.

Nilai transaksi pada saat itu tercatat Rp21,77 triliun dengan volume 4,67 miliar saham dan frekuensi 2.856.774 kali.

Struktur transaksi menunjukkan dominasi tekanan jual dengan nilai transaksi jual sebesar Rp7,9 triliun, lebih tinggi dibanding transaksi beli Rp5,7 triliun.

Kondisi ini mencerminkan distribusi yang masih berlangsung di tengah fase konsolidasi indeks.

Secara teknikal, area koreksi minimal yang sebelumnya diproyeksikan telah tercapai.

Dalam skenario terbaik, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk membentuk bagian dari wavedari wave dengan potensi menuju rentang 8.377 hingga 8.440.

Namun, pasar tetap perlu mewaspadai kemungkinan lanjutan koreksi ke area 8.098 hingga 8.155 apabila tekanan jual berlanjut.

Level 8.354 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka ruang penguatan lanjutan, sedangkan resistance berikutnya berada di 8.517. Di sisi bawah, support kuat terpantau di 7.863 dan 7.712.

Untuk perdagangan Senin, 16 Februari 2026, pergerakan IHSG diperkirakan akan ditentukan oleh respons indeks terhadap zona 8.098–8.354 sebagai rentang konsolidasi jangka pendek.

Saham-saham Pilihan

Sejumlah saham menjadi perhatian untuk perdagangan Rabu, 18 Februari 2026.

Berdasarkan rekomendasi teknikal MNC Sekuritas, PT Indika Energy Tbkyang sebelumnya terkoreksi 0,84 persen ke level 3.560 dengan volume yang cenderung menurun, secara teknikal, posisinya kini diperkirakan berada pada bagian dari wave dari wave 5.

Area 3.190–3.420 menjadi rentang buy on weakness dengan target harga 3.840 dan 4.070, sementara batas pengamanan berada di bawah 3.150.

PT Indosat Tbk, yang menguat 0,45 persen ke 2.230 pada sesi perdagangan terakhir, meski pergerakannya masih tertahan oleh MA60 dan tekanan jual belum sepenuhnya mereda, secara struktur gelombang, diperkirakan berada pada bagian awal wave dari wave C.

Baca juga:  Lonjakan 35 Pasar Motor Listrik, Ofero Siap Luncurkan Inovasi Terbaru!

Area 2.120–2.180 menjadi zona buy on weakness dengan target 2.310 hingga 2.400 dan stoploss di bawah 2.090.

Begitu pula dengan PT Mitra Adiperkasa TbkPada perdagangan sebelumnya, MAPI mencatat kenaikan sebesar 2,32 persen ke 1.325 disertai peningkatan volume pembelian.

Secara teknikal, posisi MAPI diperkirakan berada pada bagian dari wave dari wave A dari wave

Rentang 1.265–1.305 menjadi area buy on weakness dengan target 1.385 dan 1.440 serta batas pengamanan di bawah 1.255.

Dan, PT United Tractors Tbk, yang menguat 2,26 persen ke 29.400 di akhir pekan dengan dukungan volume pembelian, namun secara teknikal diperkirakan berada pada bagian dari wave dari wave 5.

Potensi melanjutkan koreksi ke area 26.375–28.325 masih ada. Rentang 29.575–29.800 menjadi area sell on strength berdasarkan pemetaan teknikal tersebut.

Dengan struktur indeks yang masih berada dalam fase konsolidasi dan dominasi tekanan jual pada penutupan terakhir, perdagangan awal pekan akan menjadi penentu apakah IHSG mampu mempertahankan peluang pembentukan wave lanjutan atau kembali menguji area support terdekat.

Pergerakan saham-saham yang direkomendasikan juga akan mengikuti dinamika tersebut sesuai level teknikal masing-masing.

Leave a Reply

investografi