...

Airlangga menyebut, fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dan masih mendapat kepercayaan investor internasional. Sepanjang 2025, realisasi investasi tercatat mencapai Rp1.931 triliun atau sekitar USD113 miliar.

“Di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia tetap melangkah maju dengan optimisme yang kuat, ditopang oleh fundamental ekonomi dan kepercayaan investor,” ujar Airlangga dalam acara Stakeholders Networking: World Engineering Day 2026 di Jakarta, dikutip, Jumat, 6 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pada kuartal III 2025 ekonomi nasional tumbuh 5,04 persensecara tahunan. Sektor manufaktur menjadi motor utama dengan pertumbuhan 5,54 persen dan kontribusi 19,15 persen terhadap PDB nasional.

Industri dengan pertumbuhan tertinggi antara lain industri logam dasar 14,91 persen, mesin dan peralatan 11,74 persen, serta kimia, farmasi, dan obat tradisional 11,65 persen.

Menurut Airlangga, capaian tersebut tidak lepas dari peran para insinyur dalam memperkuat sektor riil ekonomi.

Selain mendorong industri berbasis teknologi, pemerintah juga memberi perhatian pada sektor padat karya untuk menjaga penyerapan tenaga kerja.

“Hampir seluruh industri besar itu capital intensive. Mempekerjakan sedikit tenaga kerja tapi bernilai tinggi. Namun kita tetap butuh labor intensive,” kata Airlangga.

Salah satu sektor yang menjadi fokus adalah industri tekstil. Pemerintah bersama pemangku kepentingan menyiapkan peta jalan keberlanjutan industri ini, termasuk rencana revitalisasi dengan dukungan dana hingga USD6 miliar.

“Industri tekstil kita dorong menjadi high fashion dan lifestyle yang terus tumbuh. Kita akan reform industri di midstream,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mengembangkan industri hijau dan energi bersih, seperti proyek waste to energy di berbagai daerah serta percepatan transisi energi melalui skema pembiayaan internasional, termasuk JETP.

Kerja sama dengan swasta dan investor global dilakukan agar proyek berjalan transparan dan berkelanjutan.

Baca juga:  Pertamina Gemparkan G20! Siap Gelontorkan Rp40 Triliun untuk Investasi Migas

Pada sektor transportasi, Airlangga menekankan pentingnya pengendalian emisi untuk mencapai target Net Zero Emissions.

Hingga 2025, industri perakitan kendaraan listrik telah melibatkan lebih dari 80 entitas bisnis dengan kapasitas produksi lebih dari 2,58 juta unit per tahun.

“Indonesia sudah memiliki ekosistem EV yang terintegrasi, dan ini menjadi fondasi penting bagi pemanfaatan energi terbarukan,” jelasnya.

Pemerintah juga menyiapkan strategi pengembangan industri semikonduktor nasional, mulai dari desain, perakitan, hingga penguatan SDM.

Airlangga menilai Indonesia masih tertinggal dalam pengembangan teknologi tinggi, termasuk startup berbasis AI.

“Startup AI Indonesia baru sekitar lima, sementara Singapura sudah ratusan. Ini yang harus kita kejar.

Maka kita butuh para insinyur kembali pada profesi insinyurnya,” tegas Airlangga.

Leave a Reply

investografi