...

Strategi tersebut bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial.

Hal itu disampaikan Menkeu dalam forum Bloomberg Technoz bertema Managing Transition, Capturing New Growth Opportunities di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Menurutnya, ketiga pilar tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi kebijakan ekonomi Presiden Prabowo.

“Strategi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo bisa dilihat dari banyak angle, tapi yang saya terjemahkan dari sisi Soemitronomics ada tiga, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial.

Kalau ketiganya tidak ada, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak bisa tercipta,” ujar Menkeu.

Menkeu menjelaskan, sejak September 2025 pemerintah mengaktifkan kembali mesin pertumbuhan melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil.

Kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah didorong mempercepat belanja, sementara likuiditas dalam sistem keuangan diperkuat agar penyaluran kredit dapat tumbuh lebih cepat.

“Fiskal kita dorong, moneter kita dorong, sektor privat kita dorong juga. Itu yang membalikkan arah ekonomi kita di akhir tiga bulan tahun lalu,” katanya.

Selain stimulus, pemerintah juga fokus memperbaiki iklim usaha melalui pembentukan task force debottlenecking.

Satuan tugas ini menjadi kanal bagi pelaku usaha untuk menyampaikan hambatan secara daring yang kemudian dibahas rutin setiap pekan. “Semua pelaku bisnis bisa mengirim komplain ke sana online.

Nanti setiap minggu kita adakan sidang. Dunia bisnis menghargai hal ini.

Kalau setahun ini kita jalankan terus, akhir tahun saya optimistis hampir semua bottleneck di dunia usaha bisa kita hilangkan,” jelas Menkeu.

Menkeu mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV/2025 mencapai 5,39 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir pascapandemi Covid-19. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk mendorong ekspansi ekonomi 2026.

Baca juga:  Stephen Miran Ditunjuk Jadi Dewan Sementara The Fed, Apa Dampaknya ke RI?

Pemerintah menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Brutosebesar 5,4 persen pada 2026 melalui APBN. Namun, Menkeu menyatakan pemerintah akan berupaya mendorongnya mendekati 6 persen.

“Triwulan pertama ini kita akan inject semua stimulus yang ada di bank sentral, pemerintah, dan lainnya untuk belanja habis-habisan memperbaiki iklim investasi supaya bisa ekspansi.

Target APBN 5,4 persen, tapi saya akan coba dorong ke arah 6 persen semaksimal mungkin,” ujarnya.

Menurut Menkeu, strategi ekspansi tersebut tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi akan berlanjut hingga 2030–2031 agar ekonomi Indonesia tumbuh lebih kuat, merata, dan berkelanjutan di tengah dinamika global.

Leave a Reply

investografi