...

Bukan cuma brand lokal, Ma.ja Watch turut mengusung identitas budaya Indonesia yang kuat pada berbagai produknya.

Di balik Ma.ja Watch , ada sosok Justisia Dewi, seorang wirausaha yang konsisten memadukan desain modern, kriya tradisional, dan nilai keberlanjutan dalam setiap produknya.

Berdiri pada 2021, Ma.ja Watch mengusung konsep jam tangan berbahan kayu dan material ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan limbah sumpit.

Hasilnya, produk ini tidak hanya mengedepankan fungsi, tapi juga cerita dan makna budaya yang melekat pada setiap desainnya.

“Jam tangan bagi saya bukan sekadar penunjuk waktu, tetapi bagian dari identitas pemakainya.

Karena itu, Ma.ja Watch dirancang dengan cerita, nilai, dan sentuhan budaya Indonesia,” ujar Justisia Dewi, Founder Ma.ja Watch Indonesia lewat keterangan resmi, Sabtu 7 Februari 2026.

Dalam proses produksi, Ma.ja Watch juga melibatkan pengrajin lokal dari berbagai daerah, terutama Tangerang Selatan dan Yogyakarta dengan pusat manajemen dan pengembangan merek yang bertempat di Depok, Jawa Barat.

Saat ini, Ma.ja Watch memiliki lokasi usaha di Ruko Cinere 8, Limo, Depok, serta telah hadir di sejumlah gerai ritel seperti Alun-Alun Grand Indonesia dan Metro Margocity Depok.

Kini setiap koleksi Ma.ja Watch mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal lewat berbagai seri seperti Srikandi, Arjuna Srikandi, Bajo, hingga Kupu Sayap Renda.

Proses pengerjaan berbasis kriya dalam produk Ma.ja Watch, juga menekankan aspek ketelitian, kesabaran, dan keunikan karya buatan tangan sebagai karakter utama produknya.

Namun sebelum seperti sekarang, perjalanan awal Ma.ja Watch tentu menghadapi banyak tantangan. Misalnya edukasi pasar. Ini karena jam tangan kayu belum umum di Indonesia.

Selain itu, perusahaan juga dituntut menjaga konsistensi kualitas produksinya.

Demi menjawab tantangan tersebut, Ma.ja Watch berusaha memperkuat kualitas produk yang didukung storytelling merek, kolaborasi dengan pengrajin lokal, serta memaksimalkan kanal digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Baca juga:  Prediksi Mengejutkan: IHSG Bisa Tembus 8.500 Akhir 2025 dan 9.300 di 2026!

Titik balik usaha terjadi ketika Ma.ja Watch mulai dikenal sebagai brand jam tangan kayu beridentitas Indonesia dan memperoleh kepercayaan dari komunitas, institusi, serta berbagai ajang pameran.

Saat ini, Ma.ja Watch juga bermitra dengan Wonderful Indonesia untuk memperluas eksposur produk kriya lokal.

Produk Ma.ja Watch akhirnya makin beragam dan mencakup jam tangan pria, wanita, hingga kids series untuk anak-anak, serta produk turunannya seperti tali atau strap kulit dan aksesori.

Koleksi bertema budaya dan alam Indonesia dengan desain minimalis menjadi yang paling diminati pasar.

Sejak bergabung sebagai UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) binaan Rumah BUMN BRI wilayah Jakarta pada 2023, Ma.ja Watch merasakan dampak signifikan dalam pengembangan usaha.

UMKM binaan Rumah BUMN BRI berkontribusi memberikan berbagai pelatihan, pendampingan bisnis, serta fasilitasi keikutsertaan dalam pameran. Sehingga dapat membantu meningkatkan kapasitas dan profesionalisme usaha.

Menurut Corporate Secretary BRI, Dhanny, pengembangan usaha mitra binaan merupakan komitmen BRI dalam mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing global.

“BRI melalui Rumah BUMN terus mendorong UMKM untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, dan pendampingan berkelanjutan.

Kisah Ma.ja Watch menjadi contoh bagaimana UMKM lokal dengan identitas kuat dapat berkembang dan menembus pasar internasional,” jelas Dhanny.

Ia menyatakan, Rumah BUMN BRI hadir sebagai ekosistem pemberdayaan UMKM yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kompetensi, penguatan branding, hingga fasilitasi business matching.

Contoh suksesnya, produk Ma.ja Watch sudah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia dan mulai menembus pasar internasional melalui kanal digital dan pesanan khusus.

Ma.ja Watch juga tercatat berpartisipasi dalam sejumlah pameran internasional, seperti Berlin Design Week, Handarty Korea, Style Bangkok, dan Global Sourcing Expo Australia.

Baca juga:  YLKI Buka Posko Pengaduan KLB MBG, Desak Pemerintah Bertanggung Jawab Penuh!

Ke depannya, Ma.ja Watch menargetkan ekspansi pasar yang lebih luas, penguatan posisi sebagai produk kriya berkelanjutan, serta pengembangan koleksi baru yang terus mengangkat cerita dan budaya Indonesia.

Leave a Reply

investografi