...

CMRY ditutup menguat ke level 5.525, naik 2,31 persen dari penutupan sebelumnya, dengan rentang pergerakan harian yang terjaga di antara 5.400 hingga 5.600.

Kenaikan ini terjadi bukan dalam kondisi sepi, melainkan disertai aktivitas transaksi yang cukup aktif. Volume terbentuk sekitar 9,34 ribu lot dan frekuensi lebih dari 1.100 kali transaksi.

Struktur perdagangan intraday menunjukkan karakter akumulatif yang cukup rapi. Sejak pembukaan di 5.400, harga bergerak stabil dan mampu bertahan di atas area tersebut hingga penutupan.

Permintaan terlihat terkonsentrasi di kisaran 5.500–5.525, sementara tekanan jual di atasnya belum berkembang agresif.

Ketimpangan antara nilai beli asing sekitar Rp1,6 miliar dan nilai jual asing Rp2,9 miliar tidak cukup kuat untuk menekan harga kembali ke bawah area pembukaan.

Artinya, tekanan jual lebih bersifat distribusi ringan, bukan pelepasan besar-besaran.

Level Kunci Terdekat

Jika dilihat dari struktur grafik harian, posisi CMRY saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah reli kuat yang terjadi sejak Oktober hingga November tahun lalu, ketika harga sempat menanjak ke area di atas 6.000.

Koreksi yang berlangsung setelahnya membentuk rentang yang relatif terukur dan tidak merusak struktur tren menengah. Pergerakan harga dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan pola higher low yang mulai terbentuk.

Tekanan jual cenderung melemah setiap kali harga mendekati area bawah konsolidasi.

Area 5.400 kini berfungsi sebagai level kunci terdekat. Selama harga mampu bertahan di atas zona ini, struktur jangka pendek tetap berada dalam jalur stabil dengan kecenderungan menguji area atas.

Level tersebut juga bertepatan dengan area rata-rata harga transaksi harian, yang secara teknikal sering menjadi referensi pelaku pasar untuk menjaga posisi.

Pelemahan yang menembus bersih di bawah 5.400 berpotensi membuka ruang penurunan lanjutan ke area 5.250–5.300, yang sebelumnya menjadi titik pantulan dalam fase koreksi.

Baca juga:  IHSG Tembus 8.081! Tapi Ada yang Bikin Geleng-geleng dengan Nasib Rupiah

Di sisi atas, rentang 5.600 hingga 5.700 menjadi area yang perlu dicermati. Level ini terlihat sebagai zona penawaran terdekat.

Keberhasilan harga untuk menembus dan bertahan di atas 5.600 akan membuka ruang uji lanjutan menuju area psikologis 5.800, sekaligus mengonfirmasi bahwa fase konsolidasi mulai bergeser menjadi upaya kelanjutan tren naik.

Namun, tanpa dukungan volume yang meningkat, pergerakan ke atas berisiko kembali tertahan dan memicu pergerakan bolak-balik dalam rentang sempit.

Artha Rasa Cimory

Pendirian PT Artha Rasa Cimorymenambah satu lapis struktur usaha PT Cisarua Mountain Dairy Tbkdi awal 2026, dan memberi sinyal penguatan fondasi korporasi.

Langkah ini menempatkan ARC sebagai entitas yang sepenuhnya berada di bawah kendali CMRY, dengan porsi kepemilikan mencapai 99 persen.

Secara administratif, ARC berkedudukan di Jakarta Barat dan dibentuk melalui akta notaris tertanggal 15 Januari 2026, yang kemudian memperoleh pengesahan Kementerian Hukum dan HAM pada 20 Januari 2026.

ARC dibekali modal dasar Rp10 miliar yang terbagi dalam 100.000 saham bernilai nominal Rp100.000 per saham. Modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh baru sebesar Rp2,50 miliar atau 25.000 saham.

Manajemen CMRY menegaskan bahwa pendirian ARC tidak membawa dampak negatif terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Disclaimer: Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya.

Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional.

Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Baca juga:  Rekor Baru Tercipta! Pertamina Grand Prix Indonesia 2025 Sukses Gemparkan Mandalika

Leave a Reply

investografi