...

IHSG naik 1,07 persen dalam lima hari menjadi 8.632,76, menambah 91,19 poin dari pekan sebelumnya. Kenaikan ini menarik karena terjadi pada saat bursa-bursa besar Asia, terutama Jepang, justru terkoreksi cukup dalam.

Perjalanan IHSG sepanjang pekan memperlihatkan pola pemulihan bertahap. Pada pembukaan Senin, indeks sempat melemah ke kisaran 8.540-an sebelum mulai merangkak naik.

Momentum baru muncul di pertengahan pekan ketika IHSG menembus area 8.650, meski belum mampu bertahan lama di atas level tersebut.

Namun, pola higher lows yang terbentuk selama lima hari perdagangan menunjukkan adanya aliran dana yang menjaga pasar tetap berada dalam bias positif.

Rentang pergerakan IHSG juga terbilang sehat, dengan level tertinggi di 8.689,10 dan terendah di 8.617,04.

Sektor Non-Blue Chip Berikan Dorongan Kuat IHSG

Penguatan IHSG terlihat semakin menarik ketika dibandingkan dengan pergerakan indeks-indeks acuan lainnya. LQ45 justru turun 0,76 persen ke posisi 847,27.

Pelemahan ini menandakan bahwa kenaikan IHSG lebih banyak ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi menengah atau sektor-sektor non-blue chip yang mencatat rotasi belanja.

Di saat big caps cenderung lesu, aliran dana domestik tampak mengalir ke sektor-sektor defensif maupun sektor yang tengah bersiap menyambut window dressing akhir tahun.

Divergensi ini juga menunjukkan bahwa sentimen pasar belum merata, tetapi cukup kuat untuk menahan IHSG tetap di zona hijau.

Sementara itu, indeks Sri-Kehati melemah tipis 0,08 persen ke level 383,56.

Pelemahan kecil ini mengindikasikan bahwa saham-saham dengan faktor keberlanjutantidak mengalami tekanan signifikan, namun tidak cukup kuat untuk menjadi penopang pasar.

Kinerja indeks ini mengonfirmasi bahwa minat terhadap saham berbasis ESG masih stabil, tetapi belum menjadi motor penggerak di pekan ini.

Baca juga:  DKFT Siap Cuan! Dividen Rp25 Cair Bulan Ini, Jangan Sampai Ketinggalan!

Di sisi lain, indeks IDX30 mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,079 persen ke 440,19. Meski kecil, penguatan ini menunjukkan bahwa sebagian saham unggulan masih mencatat aliran dana masuk yang konsisten.

Meski mini, kenaikan ini menjadi elemen yang menyeimbangkan pelemahan LQ45, menandakan ada rotasi internal antar kelompok saham berkapitalisasi besar.

IHSG Bertahan di Tengah Tekanan Eksternal

Secara keseluruhan, performa IHSG dalam sepekan ini mencerminkan karakter pasar domestik yang resilien. Di tengah tekanan eksternal, indeks tidak hanya bertahan, tetapi juga bergerak naik dengan struktur yang lebih solid.

Dukungan dari likuiditas domestik dan ekspektasi window dressing mendekati akhir tahun memberi ruang bagi IHSG untuk bertahan di jalur penguatan.

Sentimen global memang belum kondusif, tetapi sejauh ini, investor lokal tampaknya masih memegang kendali arah pasar.

Dengan kondisi di mana indeks regional melemah dan sebagian indeks sektoral domestik menunjukkan divergensi kinerja, IHSG justru membuktikan bahwa ruang upside masih terbuka.

Jika tekanan global tidak meningkat tajam, pola kenaikan bertahap ini bisa berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika aliran dana asing kembali stabil dan rilis data ekonomi domestik mendukung.

Sepekan terakhir menjadi bukti bahwa IHSG dapat tetap berdiri tegak di tengah guncangan eksternal, sebuah sinyal penting menjelang masuknya periode musiman penguatan pasar.

Leave a Reply

investografi