Fokus investor tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia, tetapi juga pada rilis laporan keuangan tahunan 2025 yang mulai memberikan gambaran kinerja riil emiten.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah, menilai pergerakan IHSG dalam jangka pendek akan sangat dipengaruhi kualitas kinerja fundamental emiten.

Ia menegaskan, pergerakan IHSG akan dipengaruhi sentimen fundamental dari rilis laporan keuangan tahunan 2025 yang secara umum memberikan katalis positif, terutama bagi emiten dengan pertumbuhan laba solid dan margin yang terjaga.

Selain faktor kinerja, sentimen kebijakan suku bunga juga menjadi variabel penting karena berpotensi menggerakkan sektor perbankan dan properti, seiring ekspektasi stabilitas likuiditas dan permintaan kredit.

Di sisi lain, perkembangan reformasi Bursa Efek Indonesia yang dinilai cukup konstruktif turut memperkuat kepercayaan pasar dalam jangka menengah.

Secara teknikal, IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi setelah belum berhasil menembus area resistance 8.300. Level support terdekat berada di kisaran 8.120.

Selama resistance tersebut belum terlewati secara meyakinkan, pergerakan indeks cenderung sideways dengan volatilitas relatif terbatas.

Merespons dinamika tersebut, IPOT yang kini bertransformasi menjadi Wealth Creation Platform merekomendasikan strategi trading berbasis fundamental kuat.

Hari menekankan pentingnya selektivitas sektor dalam kondisi pasar saat ini.

“Dalam kondisi ini investor disarankan lebih selektif dengan fokus pada saham berfundamental kuat dan memiliki dukungan kinerja yang jelas, khususnya di sektor komoditas seperti batu bara, nikel, dan emas yang masih ditopang permintaan global serta harga komoditas yang relatif stabil,” ujarnya Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menambahkan strategi akumulasi bertahap di area support serta disiplin manajemen risiko menjadi kunci untuk menjaga portofolio tetap optimal di tengah fase konsolidasi pasar. Adapun rekomendasi saham IPOT pekan ini antara lain:

Baca juga:  UMKM Makin Berkibar! Kredit BRI Tembus Rp715 Triliun dan Raih Penghargaan Sosial

Bank Tabungan Negara Tbkdengan entry 1.365, target price 1.555 dan stoploss 1.280. Secara teknikal, BBTN masih bergerak dalam tren naik dan didukung aliran dana asing yang cukup besar pada pekan lalu sebesar Rp646 miliar.

Saham ini dinilai masih berpotensi melanjutkan kenaikan seiring sentimen pengumuman BI Rate dan data loan growth.

Matahari Department Store Tbkdengan entry 1.895, target price 1.945 dan stoploss 1.855. Secara teknikal, LPPF bergerak dalam channel uptrend dan berada di area higher low, membuka peluang pembentukan higher high lanjutan.

Harum Energy Tbkdengan entry 1.140, target price 1.285 dan stoploss 1.090. HRUM bergerak dalam tren naik dengan harga berada di atas EMA 5 hingga EMA 50.

Dari sisi foreign flow, dalam sepekan terakhir investor asing rutin melakukan akumulasi, dan secara year to date tercatat net buy sekitar Rp83 miliar.

Selain saham individual, IPOT juga merekomendasikan reksa dana saham berbasis ETF, yakni Premier ETF IDX High Dividend 20Produk ini menarik karena portofolionya diisi saham-saham berdividen yang relevan di tengah mulai maraknya pembagian dividen interim.

Kondisi tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja ETF XIHD, sekaligus menjadi alternatif investasi defensif dengan peluang imbal hasil di tengah dinamika pasar.

Leave a Reply

investografi