...

Pasar modal bereaksi keras setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, yang salah satunya mengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani.

IHSG ditutup di level 7.766,85, ambles 100,5 poin atau 1,28 persen dibandingkan akhir pekan lalu.

Grafik perdagangan menunjukkan indeks sempat bertahan stabil di kisaran 7.900 sepanjang sesi, namun anjlok tajam menjelang penutupan usai pengumuman resmi dari Istana.

Nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp18,44 triliun dengan volume 34,66 miliar saham. Sebanyak 346,64 juta lot berpindah tangan, menandai tingginya aksi jual di pasar.

Big Banks Jadi Pemberat IHSG

Saham perbankan dengan kapitalisasi besar atau big banks memimpin pelemahan.

PT Bank Central Asia Tbkturun 2,81 persen ke Rp7.775, PT Bank Negara Indonesia Tbkambruk 3,43 persen ke Rp4.220, PT Bank Mandiri Tbkmelemah 3,42 persen ke Rp4.520, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbkterkoreksi 1,25 persen ke Rp3.950.

Koreksi tajam pada big banks berdampak langsung ke indeks karena bobot besar sektor perbankan dalam IHSG.

Indeks LQ45 juga merosot 2,03 persen, sejalan dengan pelemahan IDX30 dan SRI-KEHATI yang sama-sama jatuh sekitar 2 persen.

Dari sisi sektoral, sektor keuangan mencatatkan penurunan terdalam sebesar 2,29 persen. Sektor siklikal juga tertekan 2,48 persen, sementara infrastruktur turun 2,07 persen dan teknologi minus 1,98 persen.

Hanya sektor industri, bahan baku, dan non-siklikalyang masih mencatatkan kinerja positif tipis.

Lebih lanjut, di tengah tekanan indeks, beberapa saham kecil justru melesat. PT Hotel Fitra International Tbknaik 25 persen ke Rp460, PT Lion Metal Works Tbkmenguat 25 persen ke Rp440, dan PT Tunas Alfin Tbkmenanjak 25 persen ke Rp430.

Saham energi terbarukan PT Cakra Buana Resources Energi Tbkmelonjak 24,86 persen ke Rp452, disusul PT Caturkarda Depo Bangunan Tbkyang menambah 24 persen ke Rp248.

Baca juga:  Geger! Nasib Perusahaan Karya dan Misteri Penggabungan WSKT yang Bikin Penasaran

Sebaliknya, saham-saham lain mencatatkan koreksi dalam.

PT Tempo Inti Media Tbkjatuh 14,91 persen ke Rp194, PT Wahana Interfood Nusantara Tbkmelemah 14,63 persen ke Rp525, PT Ginting Jaya Energi Tbkterkoreksi 14,63 persen ke Rp105, PT Sona Topas Tourism Industry Tbkamblas 13,12 persen ke Rp4.040, dan PT Humpuss Maritim Internasional Tbkturun 12,42 persen ke Rp141.

Reshuffle Kabinet dan Sentimen Pasar

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan reshuffle menyasar empat menteri dan satu menteri koordinator, termasuk Menko Polhukam Budi Gunawan dan Menkeu Sri Mulyani.

Selain itu, Presiden juga membentuk kementerian baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah. “Pertimbangannya evaluasi terus-menerus,” kata Prasetyo di Istana Negara.

Pergantian Sri Mulyani menjadi perhatian pasar karena posisi Menteri Keuangan berperan vital dalam menjaga kebijakan fiskal dan stabilitas ekonomi.

Pasar menilai perubahan mendadak berpotensi menimbulkan ketidakpastian, terutama terkait pembiayaan APBN, koordinasi dengan Bank Indonesia, hingga arah reformasi pajak.

Kehadiran Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin SimpananPurbaya Yudhi Sadewa di Istana pada hari yang sama menambah spekulasi bahwa pemerintah memberi perhatian khusus pada stabilitas sektor keuangan.

Leave a Reply

investografi