...

IHSG tercatat di level 7.963,16 naik 26,04 poin atau 0,33 persen dibanding penutupan sebelumnya. Indeks sempat bergerak di kisaran 7.959,60 hingga 7.985,58 dengan pembukaan di 7.960.

Aktivitas transaksi di seluruh pasar relatif ramai dengan total volume mencapai 17,30 juta lot senilai Rp868,16 miliar melalui 98.390 kali transaksi.

Di pasar reguler, angkanya sama dengan volume perdagangan 17,30 juta lot senilai Rp868,16 miliar.

Investor asing mencatatkan net buy Rp1,05 triliun di semua pasar dengan kontribusi Rp978,99 miliar di pasar reguler dan Rp68 miliar di pasar tunai dan negosiasi.

Kinerja positif IHSG ditopang oleh lonjakan sejumlah saham lapis dua dan tiga. PT Tanah Laut Tbksektor infrastruktur melesat 26,98 persen ke Rp160.

PT Ifishdeco Tbksektor energi naik 22,53 persen ke Rp1.115. PT Dwi Guna Laksana Tbksektor energi menguat 18,00 persen ke Rp354.

PT Ingria Pratama Capitalindo Tbksektor keuangan tumbuh 15,23 persen ke Rp174. PT Ancora Indonesia Resources Tbksektor energi naik 15,07 persen ke Rp336.

Namun, beberapa saham unggulan mengalami tekanan. PT Buana Lintas Lautan Tbksektor transportasi terkoreksi 6,42 persen ke Rp204.

PT Mandom Indonesia Tbksektor barang konsumsi turun 5,83 persen ke Rp2.910.

PT Wulandari Bangun Laksana Tbksektor properti turun 5,21 persen ke Rp91. PT Agung Menjangan Mas Tbksektor perikanan melemah 5,17 persen ke Rp220.

PT Satria Mega Kencana Tbksektor industri turun 5,09 persen ke Rp410.

Dari sisi sektoral, hampir seluruh indeks bergerak positif dipimpin industri naik 0,82 persen, infrastruktur 0,79 persen, energi 0,51 persen, industri dasar 0,51 persen, transportasi 0,45 persen, properti 0,45 persen, teknologi 0,37 persen, non-siklikal 0,26 persen, dan siklikal 0,24 persen.

Baca juga:  Deretan Aksi Korporasi BEI: IPO, Obligasi, dan Rights Issue Dikuasai Sektor Keuangan

Sektor kesehatan naik tipis 0,07 persen dan sektor keuangan menguat 0,04 persen.

Kenaikan IHSG pada awal pekan ini mengindikasikan kepercayaan investor terhadap pasar domestik yang tetap terjaga.

Kombinasi aksi beli asing, kenaikan saham-saham energi, serta pergerakan positif sektor infrastruktur memberi sinyal sentimen jangka pendek yang kondusif.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah memprediksi IHSG berpeluang bangkit pekan ini, 15 hingga 19 September 2025.

Kombinasi katalis global dan domestik diprediksi mendorong laju indeks menembus resistance 8.000 dengan support di 7.650.

Hari mengatakan tekanan tajam pada awal pekan lalu akibat reshuffle Menkeu yang sempat membuat IHSG terkoreksi -3,53 persen dan memicu capital outflow asing hingga Rp6 triliun kini berbalik arah seiring munculnya stimulus pemerintah dan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih dovish.

Ia mengungkapkan peluang masuknya modal asing kembali ke pasar emerging market semakin besar setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat melemah.

“Keputusan suku bunga The Fed yang berpotensi lebih dovish setelah data ketenagakerjaan melemah membuka peluang arus modal masuk kembali ke emerging market serta menjaga momentum penguatan harga emas sebagai salah satu sektor defensif pilihan investor.

Dari dalam negeri, fokus investor tertuju pada kebijakan Kementerian Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa yang menempatkan dana pemerintah SAL sebesar Rp200 triliun di bank-bank BUMN.

Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing memperoleh Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, serta BSI Rp10 triliun.

Dana tersebut ditempatkan dalam bentuk deposito on call berbunga sekitar 4 persen dengan tenor enam bulan. Skema tersebut diklaim ditujukan memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong kredit sektor riil.

“Meski kebijakan ini positif bagi likuiditas dan pertumbuhan ekonomi, pasar tetap mencermati tekanan outflow asing dan stabilitas rupiah,” tambah Hari.

Baca juga:  Saham Perbankan Melonjak! Ini Sentimen Kuat yang Jadi Pemicunya

Pemerintah juga meluncurkan program magang berbayar enam bulan bagi fresh graduate mulai kuartal IV-2025 untuk menjembatani pendidikan dengan kebutuhan industri.

“Kombinasi sentimen global dan domestik ini memperbesar peluang penguatan IHSG pekan ini,” ucapnya Hari.

IHSG pekan lalu sempat rebound +2,49 persen setelah terkoreksi dalam. Sepanjang pekan, indeks hanya turun -0,17 persen.

Leave a Reply

investografi