Pengesahan Undang-Undang GENIUS Act di Amerika Serikat telah memicu lonjakan minat investor institusi terhadap ekosistem aset kripto secara global.
Dalam acara Consensus 2026 Hong Kong pada Minggu, Steven McIntosh dari Sui Group Holdings menyatakan bahwa regulasi ini memberikan kepastian hukum bagi institusi Wall Street untuk masuk ke market secara struktural.
Fokus utama institusi kini beralih pada pemanfaatan stablecoin sebagai infrastruktur pembayaran serta tokenisasi aset yang didukung oleh kepastian cadangan 1:1 sesuai standar federal.
Di tengah transformasi ini, Sui Network muncul sebagai infrastruktur utama yang paling diminati untuk mendukung ekonomi baru berbasis AI.
Sui dinilai memiliki keunggulan kompetitif karena teknologi yang menawarkan latensi rendah dan throughput tinggi.
Kapabilitas teknis Sui dianggap sangat mumpuni untuk menangani kebutuhan AI Agent economy yang memerlukan eksekusi transaksi otomatis secara cepat dan masif tanpa hambatan jaringan.
CEO Mysten Labs, Evan Cheng, menegaskan bahwa konvergensi antara sistem keuangan tradisional dan DeFi akan semakin cepat melalui efisiensi yang ditawarkan jaringan Sui.
Dengan sistem penyelesaian transaksi instan, institusi kini dapat menjadikan aset tradisional yang telah ditokenisasi sebagai kolateral secara langsung di dalam ekosistem Sui.
Langkah strategis ini membuktikan bahwa tahun 2026 menjadi era di mana infrastruktur Sui menjadi fondasi bagi institusi global untuk mengamankan pangsa pasar dalam ekonomi digital masa depan.
Baca juga : Penerbit USDC Sebut Perbankan Tradisional Takkan Mampu Tangani Ekonomi AI


Leave a Reply