Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, komposisi DPK BTN terdiri atas giro Rp169,24 triliun, tabungan Rp43,88 triliun, dan deposito Rp224,27 triliun.
Simpanan dalam bentuk deposito menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi.
Deposito tercatat naik 27,92 persen dari Rp175,31 triliun pada 2024 menjadi Rp224,27 triliun pada 2025. Peningkatan ini memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan total DPK secara nominal.
Sementara itu, dana giro tumbuh 5,22 persen dari Rp160,85 triliun menjadi Rp169,24 triliun.
Berbeda dengan dua komponen tersebut, tabungan mengalami penurunan 3,57 persen dari Rp45,51 triliun pada 2024 menjadi Rp43,88 triliun pada akhir 2025.
Jika dihitung dari komposisi giro dan tabungan terhadap total DPK, dana murah berada di kisaran 48,7 persen pada 2025, dibandingkan sekitar 54,1 persen pada 2024.
Perhitungan tersebut menunjukkan perubahan struktur pendanaan dalam periode satu tahun terakhir.
Pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit turut memengaruhi rasio penyaluran dana. Hingga akhir 2025, rasio Loan to Deposit Ratiotercatat 91,28 persen, turun dari 93,79 persen pada 2024.
Di sisi lain, total kredit BTN pada 2025 tercatat sebesar Rp345,70 triliun, meningkat 10,07 persen dibandingkan Rp314,08 triliun pada 2024.
Pertumbuhan kredit yang berada di bawah pertumbuhan DPK berkontribusi terhadap penurunan rasio LDR tersebut.
Total aset BTN hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp527,79 triliun, meningkat 12,39 persen dibandingkan Rp469,61 triliun pada tahun sebelumnya.
Struktur pendanaan yang bertumbuh dua digit menjadi bagian dari penguatan intermediasi bank sepanjang periode pelaporan.
Di samping itu, dari lantai bursa, saham BBTN ditutup menguat 1,93 persen ke level 1.320 pada perdagangan terakhir sesi I Rabu, 11 Februari 2026.
Saham BBTN dibuka di level 1.310, sempat menyentuh level tertinggi 1.335 dan terendah 1.310 dalam sesi perdagangan tersebut.
Total volume transaksi tercatat 443,33 ribu lot dengan nilai transaksi sekitar Rp58,6 miliar, dan harga rata-rata di kisaran 1.322.
Disclaimer: Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya.
Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional.
Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.


Leave a Reply