​Pemerintah Amerika Serikat melalui tim negosiator Gedung Putih mendesak para pelaku perbankan untuk segera menyepakati poin krusial terkait imbal hasil stablecoin.

Dalam pertemuan ketiga yang berlangsung pada Kamis, tim yang dipimpin oleh penasihat kripto Presiden Trump, Patrick Witt, menegaskan bahwa program imbal hasil terbatas harus tetap ada dalam draf terbaru RUU Struktur Pasar KriptoLangkah ini diambil untuk memecah kebuntuan legislasi dan memastikan RUU tersebut dapat segera dibawa ke tahap pemungutan suara di Kongres.

​Pihak perbankan Wall Street awalnya menolak keras karena khawatir imbal hasil stablecoin akan menggerus bisnis deposito mereka.

Namun, dalam sesi kerja tersebut, para delegasi bank mulai melunak dan aktif merumuskan bahasa hukum yang memungkinkan rewards untuk aktivitas transaksi tertentu tanpa mengancam stabilitas simpanan tradisional.

Jika kompromi ini tercapai, aturan baru ini akan menggantikan GENIUS Act yang disahkan tahun lalu, memberikan kerangka kerja yang lebih spesifik bagi operasional stablecoin di Amerika Serikat.

​Meskipun progres teknis dengan pihak bank mulai terlihat, RUU ini masih menghadapi tantangan politik besar dari kubu Demokrat di Senat.

Mereka menuntut perlindungan lebih ketat di sektor DeFi serta menyoroti potensi konflik kepentingan pejabat pemerintah dalam industri kripto.

Tanpa dukungan lintas partai, upaya Gedung Putih untuk memajukan regulasi ini bisa terhambat di tingkat Senat, meskipun kesepakatan antara industri perbankan dan kripto sudah berada di depan mata.

Baca juga : Bank Sentral Korea Desak Perbankan Kuasai Penerbitan Stablecoin Won

Baca juga:  Indonesia dan Singapura Makin Erat! Ini 5 Kolaborasi Terbaru Soal Kripto dan Proyek SiJORI

Leave a Reply

investografi