...

Sekretaris perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad menyebut penguatan terjadi di tengah rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-28 Pasar Modal Indonesia yang dimulai dengan penyelenggaraan Capital Market Run 2025 pada Minggu 30 November 2025.

“Acara tersebut diadakan oleh Self-Regulatory Organization yang terdiri dari Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia serta didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Ajang ini bekerja sama dengan Indonesia Muda Road Runner dan diharapkan menjadi agenda tahunan yang mempererat hubungan pasar modal dengan masyarakat,” kata Kautsar dikutip Minggu, 7 Desember 2025.

Ia menyebut pada hari yang sama, BEI Kantor Perwakilan Kalimantan Timur juga melaksanakan aksi sosial dengan menyalurkan bantuan renovasi bagi Gereja HKBP Balikpapan Ressort Kalimantan Timur dan membagikan paket sembako dalam kegiatan bertema Harmony of Peace.

Program itu menunjukkan komitmen pasar modal dalam memperkuat kontribusi sosial di berbagai daerah.

Penutupan pekan ini turut diwarnai pencatatan Obligasi Berkelanjutan VII Tower Bersama Infrastructure Tahap II Tahun 2025 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tower Bersama Infrastructure Tahap II Tahun 2025 pada Jumat 5 Desember 2025.

“Efek tersebut diterbitkan oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk dengan nilai nominal Rp1.600.000.000.000 untuk obligasi dan Rp600.000.000 untuk sukuk,” katanya.

Peringkat keduanya adalah AA+ dari PT Fitch Ratings Indonesia dengan PT Bank Tabungan NegaraTbk sebagai wali amanat.

Sepanjang 2025, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat mencapai 166 emisi dari 76 emiten senilai Rp198,05 triliun. Total outstanding kini berjumlah 654 emisi dengan nilai Rp536,22 triliun dan USD134,010595 juta.

Selain itu, terdapat 191 seri Surat Berharga Negara senilai Rp6.423,84 triliun dan USD352,10 juta, serta 7 emisi Efek Beragun Aset senilai Rp2,13 triliun.

Baca juga:  IHSG Anjlok 2,57! Simak 4 Rekomendasi Saham yang Bisa Diborong Hari Ini

Dari sisi perdagangan saham, mayoritas indikator berada di zona positif. Rata-rata frekuensi transaksi harian naik 2,13 persen menjadi 2,66 juta kali transaksi dari 2,61 juta kali transaksi pekan sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan meningkat 1,46 persen ke level 8.632,761 dari 8.508,706 pada pekan lalu. Kapitalisasi pasar juga tumbuh 1,39 persen menjadi Rp15.844 triliun dari Rp15.626 triliun.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian mengalami perubahan 8,12 persen menjadi 46,39 miliar lembar saham dari 50,49 miliar lembar saham.

Rata-rata nilai transaksi harian berubah 29,61 persen menjadi Rp21,34 triliun dari Rp30,31 triliun pekan sebelumnya.

Investor asing pada penutupan pekan ini mencatat beli bersih Rp381,18 miliar, sementara sepanjang tahun 2025 mencatat jual bersih Rp27,09 triliun.

Leave a Reply

investografi