Masuknya dana global ini tidak lepas dari prospek pertumbuhan yang membaik serta permintaan  kuat untuk ekspor regional.

Mengutip laporan Reuters, investor asing membeli obligasi lokal senilai USD3,78 miliar di Korea Selatan, Thailand, Malaysia, India, dan Indonesia pada bulan lalu.

Aktivitas pabrik di Asia mengalami peningkatan pada Januari 2026 karena permintaan global yang kuat. Hal ini pun mendorong pesanan ekspor, dengan pertumbuhan manufaktur di beberapa negara seperti Korea Selatan, India, india, dan Malaysia.

Obligasi Korea Selatan menarik arus dana asing sebesar USD2,45 miliar bulan lalu, menyusul sekitar USD5,48 miliar pada bulan Desember 2025.

Sementara itu obligasi dua negara Asia Tenggara, yakni Thailand dan Malaysia masing-masing menarik USD1,5 miliar dan USD235 juta.

“Permintaan terhadap utang kawasan ini tetap kuat, didorong oleh masuknya dana ke Korea Selatan,” kata Khoon Goh, kepala riset Asia di ANZ.

Namun di satu sisi, Reuters melaporkan arus masuk dana asing ke obligasi Indonesia melambat menjadi sekitar USD400 juta pada Januari 2026 dari sekitar USD2,1 miliar pada bulan sebelumnya.

Kondisi ini dipicu karena kekhawatiran atas ketidakpastian kebijakan.

Apalagi pada awal bulan Februari 2026, Moody’s telah menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negatif dari stabil.

Sementara itu, obligasi India mencatat arus keluar bersih dana asing sebesar USD805 juta, penjualan bulanan terbesar sejak April, setelah Bloomberg Index Services menunda dimasukkannya utang India ke dalam indeks globalnya.

Ini jelas mengejutkan investor yang telah memperhitungkan langkah tersebut.

Baca juga:  Stock Split vs Reverse Stock Split: Pengertian, Contoh, Perbedaan yang Wajib Diketahui

Leave a Reply

investografi