Bagi para investor pasar modal, memahami perubahan terbaru dalam daftar saham LQ45 merupakan langkah penting dalam menyusun strategi investasi.
Indeks LQ45 terdiri dari 45 saham yang dipilih berdasarkan likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta kinerja keuangan yang solid.
Bursa Efek Indonesiamemperbarui daftar ini setiap tiga bulan untuk memastikan relevansi dan kualitasnya.
Periode evaluasi kali ini, yaitu 1 Agustus hingga 31 Oktober 2025, menghadirkan sejumlah perubahan menarik. Ada lima saham yang resmi masuk ke indeks, sementara 40 saham lainnya berhasil mempertahankan posisinya.
Saham-Saham yang Masuk Daftar LQ45 Periode Agustus–Oktober 2025
Langsung saja mari kita bahas:
5 Saham Baru Masuk Indeks LQ45
Berikut adalah emiten-emiten baru yang berhasil bergabung dalam LQ45 untuk periode ini:
- AADI – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
- CTRA – Ciputra Development Tbk
- JPFA – JAPFA Comfeed Indonesia Tbk
- MAPA – PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk
- SCMA – PT Surya Citra Media Tbk
Kelima saham ini mencerminkan dinamika sektor-sektor penting seperti pertambangan, properti, agribisnis, ritel, dan media yang mengalami peningkatan likuiditas dan daya tarik pasar.
40 Saham Tetap Bertahan dalam Daftar
Untuk daftar lengkapnya bisa cek di tabel berikut:
Berikut adalah daftar lengkap 45 saham LQ45, termasuk yang baru dan yang dipertahankan:
No Kode Nama Perusahaan Status 1 AADI PT Adaro Andalan Indonesia Tbk Baru 2 ACES Ace Hardware Indonesia Tbk Tetap 3 ADMR PT Adaro Minerals Indonesia Tbk Tetap 4 ADRO Adaro Energy Tbk Tetap 5 AKRA AKR Corporindo Tbk Tetap 6 AMMN PT Amman Mineral Internasional Tbk Tetap 7 AMRT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Tetap 8 ANTM Aneka TambangTbk Tetap 9 ARTO PT Bank Artos Indonesia Tbk Tetap 10 ASII Astra International Tbk Tetap 11 BBCA Bank Central Asia Tbk Tetap 12 BBNI Bank Negara Indonesia Tbk Tetap 13 BBRI PT Bank Rakyat IndonesiaTbk Tetap 14 BBTN Bank Tabungan NegaraTbk Tetap 15 BMRI Bank MandiriTbk Tetap 16 BRIS PT Bank Shariah Indonesia TBK Tetap 17 BRPT Barito Pacific Tbk Tetap 18 CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk Tetap 19 CTRA Ciputra Development Tbk Baru 20 EXCL PT XL Axiata Tbk Tetap 21 GOTO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Tetap 22 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Tetap 23 INCO Vale Indonesia Tbk Tetap 24 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk Tetap 25 INKP Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Tetap 26 ISAT Indosat Tbk Tetap 27 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk Tetap 28 JPFA JAPFA Comfeed Indonesia Tbk Baru 29 JSMR Jasa Marga Tbk Tetap 30 KLBF Kalbe Farma Tbk Tetap 31 MAPA PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk Baru 32 MAPI Mitra Adiperkasa Tbk Tetap 33 MBMA PT Merdeka Battery Materials Tbk Tetap 34 MDKA PT Merdeka Copper Gold Tbk Tetap 35 MEDC Medco Energi Internasional Tbk Tetap 36 PGAS Perusahaan Gas NegaraTbk Tetap 37 PGEO PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Tetap 38 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam Tbk Tetap 39 SCMA PT Surya Citra Media Tbk Baru 40 SMGR Semen IndonesiaTbk Tetap 41 SMRA Summarecon Agung Tbk Tetap 42 TLKM PT Telkom IndonesiaTbk Tetap 43 TOWR Sarana Menara Nusantara Tbk Tetap 44 UNTR United Tractors Tbk Tetap 45 UNVR Unilever Indonesia Tbk Tetap
Alasan Penting di Balik Pergantian Komposisi Saham LQ45
Kenapa selalu berganti? beberapa alasannya yaitu:
Evaluasi Rutin oleh BEI
Bursa Efek Indonesia secara berkala mengevaluasi saham-saham di indeks LQ45 berdasarkan tiga aspek utama:
- Likuiditas tinggi (volume transaksi dan frekuensi perdagangan)
- Kapitalisasi pasar besar
- Fundamental perusahaan (kinerja keuangan dan prospek usaha)
Perusahaan yang menunjukkan performa kuat dan menarik perhatian investor biasanya akan masuk, sementara yang mengalami penurunan kinerja bisa digantikan.
Pengaruh Terhadap Investor
Masuknya saham ke daftar LQ45 sering kali menjadi pemicu naiknya minat investor, karena saham-saham tersebut dianggap aman, likuid, dan prospektif.
Sebaliknya, saham yang keluar dari indeks bisa mengalami tekanan jual, terutama dari dana indeks atau reksa dana berbasis LQ45.
ESG Mulai Diperhitungkan dalam Pemilihan Saham
Saat ini, banyak pelaku pasar yang mulai memperhatikan aspek keberlanjutan (ESG: Environmental, Social, and Governance).
Emiten-emiten seperti PGEOdan UNVR (praktik bisnis berkelanjutan) semakin dipertimbangkan bukan hanya dari sisi laba, tetapi juga tanggung jawab lingkungan dan sosial.
Meskipun BEI belum secara resmi menjadikan ESG sebagai kriteria wajib, tren global menunjukkan bahwa keberlanjutan akan semakin memengaruhi komposisi indeks ke depan.
Dengan e-IPO, Anda bisa mengikuti seluruh proses penawaran saham secara digital tanpa ribet, cukup lewat ponsel atau desktop Anda. Klik banner di bawah ini untuk mengikuti IPOnya.
Penutup
Perubahan dalam daftar saham LQ45 periode Agustus–Oktober 2025 menandakan dinamika yang sehat dalam pasar modal Indonesia. Masuknya saham-saham baru dari sektor berbeda menunjukkan bahwa BEI terus menyesuaikan indeks dengan kondisi terkini.
Sementara itu, keberlanjutan menjadi elemen baru yang mulai diperhitungkan, menandai arah masa depan yang lebih berwawasan lingkungan dan sosial.
Bagi kamu yang ingin berinvestasi lebih cerdas, rutin memantau perkembangan indeks ini bisa menjadi langkah awal yang cerdas. Tak hanya tahu apa yang naik dan turun, tapi juga memahami mengapa hal itu terjadi.


Leave a Reply