-
BRIS Dijual Massal: Sinyal Investor Siapkan Strategi Baru di 2024?
-
Saham Asia Bergoyang: Jepang Tergelincir, Korea Melaju!

Efek bursa Amerika Serikat memberikan efek domino dan membuat indeks-indeks utama kawasan dibuka di zona merah. Pasar regional tampak sedang berusaha mencari arah di tengah naiknya imbal hasil obligasi Jepang dan meningkatnya kewaspadaan investor terhadap saham-saham teknologi. Sinyal tekanan paling kuat datang dari Jepang. Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun melonjak ke 1,94 persen—level
-
Kabel Serat Optik WIFI-KAI Merambah Sumatra, Siap Genjot Konektivitas Digital!

Addendum tersebut menjadi kelanjutan dari kemitraan strategis yang telah terjalin sejak 2019, ketika SURGE melalui anak usahanya, PT Integrasi Jaringan Ekosistem, memperoleh hak pembangunan dan pengelolaan jaringan fiber-optik di sepanjang jalur rel kereta api di Pulau Jawa. Kesepakatan tersebut menjadi landasan pembangunan tulang punggung infrastruktur digital yang memanfaatkan koridor rel sebagai jalur efektif dan efisien
-
Dana Koperasi Desa Energi Osmotik: Tokenisasi Solusi Pembiayaan Masa Depan

Peluncuran massal koperasi desa ini menandai tonggak penting menuju kemandirian ekonomi rakyat. Gagasan Koperasi Desa Merah Putih sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan. Pemerintah mendukung penuh gerakan koperasi sebagai wujud ekonomi kerakyatan, dengan prinsip gotong royong dan saling membantu. Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
-
Menanti Keputusan The Fed, Dolar AS Tersungkur dan Pasar Tegang Menanti

Para pelaku pasar memasuki fase tunggu, menanti rapat kebijakan Federal Reserve pekan depan, sebuah agenda yang hampir pasti akan berujung pada pemangkasan suku bunga. Indeks dolar—pengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang besar—melemah 0,1 persen ke 98,994, hanya sedikit di atas titik terendah lima minggu yang disentuh Kamis di 98,765. Sepanjang pekan, indeks ini mencatat
-
Asing Borong Saham Rp1,70 Triliun, IHSG Langsung Melonjak di Pembukaan!

IHSG naik 22,29 poin atau 0,26 persen ke level 8.662,49 dari harga penutupan 8.640,20. Sepanjang sesi awal, indeks bergerak di rentang 8.655,31 sebagai level terendah hingga 8.663,90 sebagai level tertinggi, setelah dibuka pada posisi 8.658,89. Total transaksi di seluruh pasar mencapai 8,06 juta lot dengan nilai perdagangan Rp 317,67 miliar dari 52.670 transaksi. Aktivitas investor
-
10 Saham Sinarmas di BEI: Potensi Cuan

Dalam beberapa tahun terakhir, saham Sinarmas Group di BEI semakin sering dibicarakan oleh para investor, baik pemula maupun profesional. Tidak hanya karena skala konglomerasi yang besar, tetapi juga karena konsistensi pertumbuhan di berbagai sektor yang dikelola. Sinarmas Group dikenal sebagai salah satu raksasa bisnis Indonesia yang memiliki portofolio luas mulai dari industri pulp & paper,
-
UMA Resmi Berlaku: HUMI, NATO, dan BSML Siap Melantai di BEI!

PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, menjelaskan bahwa status tersebut diberikan setelah terdeteksi lonjakan harga yang dianggap tidak lazim. Gerak harga yang melampaui pola normal ini perlu dicermati, meskipun penetapan UMA tidak otomatis berarti adanya pelanggaran aturan pasar modal. Ia menegaskan bahwa otoritas bursa tengah memonitor pola transaksi secara lebih mendalam. “Sehubungan
-
Dana Rp200 T dari Himbara Ditarik untuk Pulihkan Tiga Provinsi Terdampak Bencana, Purbaya Diminta Bertindak
-
14 Emiten Asuransi di BEI: Mana yang Berpotensi Cuan?

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor asuransi di Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat menarik. Lonjakan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial—terutama setelah pandemi—mendorong industri ini tumbuh jauh lebih cepat dibanding banyak sektor lainnya. Jumlah peserta asuransi meningkat hingga puluhan juta, sementara premi industri juga terus bertambah. Kondisi ini membuat saham asuransi yang terdaftar di BEI perlahan
