-
Harga Emas Dunia Terancam Stagnan di Bawah USD4.000, Ini Penyebabnya!
“kemungkinakan besar ditransaksikan di level support USD3.854 per troy ounce. Kemudian resistennya adalah USD3.916,” kata Ibrahim dalam keterangannya, dikutip Senin, 6 Oktober 2025. Ibrahim memperkirakan bahwa dalam pergerakan mingguan, harga emas akan berada di kisaran support USD 3.823,90 dan resisten USD 3.955,17. Dengan demikian, peluang bagi emas untuk menembus level USD 4.000 dinilai sangat kecil,
-
Rekor Baru Tercipta! Pertamina Grand Prix Indonesia 2025 Sukses Gemparkan Mandalika

Tak sekadar menampilkan aksi sengit para pembalap MotoGP, ajang ini juga mengangkat citra pariwisata Indonesia lewat keindahan alam dan keramahan masyarakat lokal. Gelaran di Pertamina Mandalika International Circuit tahun ini menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara. Keindahan pantai, panorama tropis, hingga kekayaan kuliner khas Indonesia membuat para penonton mancanegara terpesona. Salah satunya Angela, wisatawan asal Spanyol
-
Ekspor RI Tembus Ekspansi 3 Bulan Berturut-turut, Kemenperin: Ini Bukti Daya Saing!

Capaian ini diklaim sebagai tanda jika manufaktur masih berada di zona ekspansi untuk tiga bulan berturut-turut. Capaian ini menunjukkan aktivitas industri pengolahan di Tanah Air tetap terjaga meskipun tekanan global belum sepenuhnya mereda. Kemenperin juga mengklaim posisi IKI mencerminkan optimisme pelaku industri terhadap keberlanjutan permintaan domestik dan peningkatan utilisasi pabrik di beberap subsektor utama. “Meski
-
Industri Nonmigas Kuasai 72 Ekspor RI, Ini 5 Pilar Utamanya!

Adapun total ekspor di sektor ini mencapai USD13,22 miliar. Kinerja tersebut tidak lepas dari kontribusi kuat sejumlah subsektor manufaktur, terutama industri bahan galian non logam yang mencatatkan lonjakan pertumbuhan tertinggi pada triwulan II 2025. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, subsektor ini tumbuh sebesar 10,07 persen, berbalik arah dari kontraksi 1,68 persen pada triwulan sebelumnya. Pertumbuhan dua
-
BI Tegaskan Komitmen RI Jadi Pilar Utama Arsitektur Keuangan Syariah Global

Hal tersebut diungkap karena ekonomi dan keuangan syariah dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi jangkar stabilitas ekonomi dunia melalui penguatan instrumen likuiditas, pemanfaatan teknologi digital, dan kolaborasi lintas negara, dalam membangun industri keuangan syariah yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Perry menegaskan bahwa keuangan syariah harus dikembangkan dengan pendekatan berbasis nilai dan keyakinan, yang mengintegrasikan
-
BYD Gelar Roadshow Kampus, Cetak Generasi Emas Penggerak EV Indonesia

Roadshow ini merupakan komitmen BYD mempercepat transisi menuju mobilitas berkelanjutan dan membuka ruang edukasi dan dialog bagi mahasiswa. Dalam roadshow ini, selain menampilkan lini kendaraan new energy vehicle dan solusi energi hijau, build your dreamjuga menekankan urgensi transfer pengetahuan sebagai saran membangun kesadaran dan kesiapan generasi muda menuju tantangan energi masa depan. Roadshow dimulai di
-
IKFT Melesat 6,70 Persen, Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Indonesia
-
CDIA Percepat Kemajuan Maritim dan Energi, Simak Strateginya!

Perseroan mengumumkan penambahan penyertaan modal dan akuisisi penuh atas dua entitas pelayaran nasional, serta pemberian pinjaman afiliasi kepada anak usaha penyimpanan minyak dan bahan kimia. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan, CDIA menjelaskan bahwa aksi ini mencakup penyertaan modal di PT Chandra Shipping Internationaldan PT Marina Indah Maritim, serta pengambilalihan seluruh saham
-
Derasnya Aliran Dana: ETF Bitcoin dan Ethereum Raup Rp14 Triliun dalam Sehari!

Lonjakan dana ini menunjukkan kepercayaan institusional yang kian besar, yang dapat memperkuat posisi Bitcoin dan Ethereum sebagai aset digital utama dalam sistem keuangan global. Berdasarkan data on-chain, ETF Bitcoin mencatat arus masuk sebesar USD627,2 juta, sementara ETF Ethereum menerima USD307,05 juta pada periode yang sama. Penyedia ETF besar seperti BlackRock, Fidelity, dan Ark/21Shares menjadi kontributor
-
IHSG Dihajar Jual Asing, Sektor Perbankan Ambrol!

Indeks memang berhasil menguat tipis 0,23 persen ke level 8.118, namun di balik itu, tekanan jual dari investor asing masih cukup terasa. Bursa Efek Indonesiamencatat, sepanjang periode 29 September hingga 3 Oktober 2025, investor asing melakukan aksi jual bersihmencapai Rp3,10 triliun. Ini menjadi sebuah angka yang menandai arus keluar modal asing terbesar dalam beberapa minggu
