-
Wuling Aishang A100C Cuma Rp79 Jutaan! Ini 5 Keunggulan yang Bikin Kamu Langsung Kepincut

Produsen otomotif asal negeri itu berlomba menghadirkan mobil listrik berukuran kecil dengan harga terjangkau untuk pasar urban. Di tengah ketatnya kompetisi, Wuling meluncurkan Aishang A100C. Mobis setrum untuk kebutuhan perkotaan ini menjadi langkah baru perusahaan milik negara tersebut dalam memperkuat identitasnya sebagai merek mandiri. Dilansir dari CarNewsChina, peluncuran Aishang A100C menjadi titik penting bagi Wuling
-
BI Umumkan Pertumbuhan Uang Beredar di September 2025, Ini Dampaknya untuk Ekonomi!

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan pertumbuhan M2 pada September 2025 sebesar 8,0 persen year on year “Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Agustus 2025 sebesar 7,6 persensehingga tercatat Rp9.771,3 triliun,” ujar dia dalam keterangannya, Kamis, 23 Oktober 2025. Ramdan menyampaikan perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempitsebesar 10,7 persendan uang kuasi sebesar 6,2
-
Kapan Harga Batu Bara Bangkit Kembali? Ini Ramalan Ahli di Tengah Kondisi yang Masih Lesu

Pada perdagangan Rabu, 22 Oktober 2025, harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman bulan depan ditutup di level USD103,7 per ton, turun 0,29 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Pelemahan ini menandai kelanjutan tren negatif yang sudah berlangsung cukup lama. Dalam sepekan, harga batu bara terkoreksi 2,03 persen secara point-to-point, dan sepanjang tahun berjalantelah
-
Laporan Keuangan Buruk Hantam Bursa Eropa, Indeks Terjun ke Zona Merah!

Buruknya laporan keuangan mengecewakan sejumlah perusahaan besar, seperti L’Oreal, Hermes, serta dampak negatif dari hasil kuartalan lemah Texas Instruments di Amerika Serikat, menekan performa bursa. Indeks acuan pan-Eropa STOXX 600 berakhir turun 0,18 persen atau 1,01 poin ke posisi 572,29. Pergerakan di bursa utama kawasan juga menunjukkan arah yang tidak seragam. DAX Jerman turun 0,74
-
Industri Makanan dan Minuman Cetak Ekspor Fantastis Senilai USD 4,4 Miliar!

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, subsektor ini berkontribusi besar terhadap ekspor industri pengolahan nonmigas, mencapai USD 4,4 miliar pada Juni 2025, atau 23,44 persen dari total ekspor sektor tersebut. Angka itu menjadikan industri makanan dan minuman sebagai penyumbang ekspor terbesar kedua setelah industri logam dasar. “Industri makanan dan minuman memiliki peran yang sangat strategis
-
Intip Penampakan K-Car Listrik BYD yang Bakal Meriahkan Tokyo Motor Show!

Mobil mungil bertenaga listrik ini dijadwalkan melakukan debut pada ajang Tokyo Motor Show di penghujung bulan ini. Dilansir dari CarNewsChina, siluet yang terlihat dalam teaser, mobil terbaru BYD tersebut mengusung desain bodi kotak khas kendaraan kei Jepang. Model ini diperkirakan hanya akan dipasarkan di Jepang. Belum ada konfirmasi lebih lanjut apakah akan diperkenalkan ke pasar
-
Negara Rugi Miliaran! Purbaya Bongkar Modus Ilegal Impor Bahan Baku Pres

Sejauh ini tak ada efek jera maupun hukuman materi bagi pelaku. Pihaknya berjanji memperketat aturan dengan menambahkan hukuman denda serta memasukkan pelaku ke daftar hitam. Apalagi, saat melakukan inspeksi mendadak ke kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Di sana, Purbaya menemukan barang hasil impor ilegal hanya dimusnahkan, sementara pelaku cukup dipenjara tanpa kewajiban membayar ganti
-
ENRG Gelontorkan Rp269,5 Miliar untuk Mengeksplorasi Blok Malacca Strait, Apa Targetnya?

Dalam keterbukaan informasi, perseroan menegaskan telah menerbitkan sebanyak 350 juta saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga pelaksanaan Rp770 per saham. Saham tambahan tersebut secara resmi dicatatkan di BEI pada 21 Oktober 2025. Pihak yang mengambil bagian penuh dalam aksi korporasi ini adalah Samuel International, sebagaimana tertulis dalam surat laporan
-
BI Kaget! Kredit Perbankan Cuma Naik 7,70 Persen, Ini yang Akan Dievaluasi

Bank Indonesia menilai, laju ini belum cukup kuat untuk menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi nasional. Lambatnya ekspansi kredit dipicu oleh sikap hati-hati pelaku usaha yang masih menunggu kepastian arah kebijakan, kecenderungan korporasi mengandalkan pembiayaan internal, serta bunga pinjaman yang tetap tinggi. “Permintaan kredit belum kembali pulih,” tulis Bank Indonesia dalam laporan resminya, Rabu 22 Oktober
-
BII Gelar Tender Offer Saham PGJO: Momen Jual

Setelah menguasai 61,96 persen saham atau 493,08 juta lembar, BII kini meluncurkan tender offer untuk menyerap sisa saham publik sebanyak 302,77 juta lembar, yang mewakili sekitar 38,04 persen dari total saham PGJO. Dengan penawaran ini, BII berpotensi menguasai 100 persen saham PGJO, dan menjadikannya entitas tertutup sepenuhnya. Penawaran tender offer ini dilakukan dengan harga Rp122
