-
Heboh! Ritel Serbu Saat Asing Tinggalkan BBCA, Ini Penyebabnya!

Meski tekanan jual asing cukup besar, investor ritel justru terlihat agresif masuk dan menambah posisi di tengah pelemahan harga yang relatif terbatas. Saham BBCA ditutup melemah 0,30 persen ke level 8.400 dengan nilai transaksi mencapai Rp871,2 miliar dan frekuensi 30.609 kali. Di sepanjang sesi, harga bergerak sempit pada rentang 8.350–8.425, menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan namun
-
IHSG Solid Sepekan, Asing Jual Gila-gilaan! Pekan Depan Bakal Merangkak Naik?

Di satu sisi, indeks kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.414,35. Namun indikator aktivitas pasar justru melemah dan menandai pergerakan yang ditopang lebih oleh kekuatan indeks big caps ketimbang partisipasi luas pelaku pasar. Kenaikan 0,52 persen selama sepekan tersebut mengonfirmasi bahwa arus optimisme belum benar-benar surut, meski latar belakang global sedang bergejolak akibat
-
BEI Siap Go Global! Ini Strategi Demutualisasi yang Bakal Pacu Pertumbuhan

Langkah ini digadang-gadang menjadi landasan krusial untuk memperbaiki tata kelola bursa sekaligus memperdalam struktur pasar modal nasional. Dalam rancangan tersebut, pemerintah mengatur transformasi posisi kelembagaan BEI dari bursa berstruktur mutual—yang selama ini sepenuhnya dimiliki para anggota—menjadi perseroan yang membuka ruang kepemilikan lebih luas. Demutualisasi akan memisahkan keanggotaan dan kepemilikan, memungkinkan partisipasi pemilik non-perusahaan efek. Skema
-
Harga Minyak Jatuh! Isu Damai Rusia-Ukraina Buka Keran Pasokan Global

Tekanan ini muncul di tengah upaya Amerika Serikat untuk mendorong tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina, yang berpotensi menambah pasokan minyak dunia. Di sisi lain, ketidakpastian terkait arah suku bunga AS membatasi minat risiko investor. Minyak Brent tercatat turun 82 sen atau 1,3 persen menjadi USD62,56 per barel, sementara West Texas Intermediatemelemah 94 sen
-
Bos SIDO Buka Suara! Begini Cara Dia Bakar Semangat Para Karyawan

Perusahaan ini meraih Predikat Terbaik I untuk kategori Badan Usaha Besar dalam ajang Indonesia’s SDGs Action Awards 2025 yang digelar Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi Sido Muncul dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutanmelalui program unggulan Smartani—Sentra Mandiri Agro Ternak dan Inovasi. Ini menjadi kemenangan kedua setelah sebelumnya menyabet predikat
-
5 Saham dengan Return Tertinggi: Siap-Siap Cuan Pekan Depan?

Data pergerakan harganya menunjukkan kenaikan agresif yang menembus berbagai moving average utama. Saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbktampil sebagai bintang paling terang dengan kenaikan lebih dari 1000 persen. Saham ini memasuki fase parabolic rally, di mana harga berlari jauh meninggalkan MA20 hingga MA200. Pergerakan seperti ini biasanya terjadi ketika minat spekulatif memuncak dan likuiditas
-
Dolar AS Mengganas, Yen Terpojok: Akankah BoJ Bertindak?

Pergerakannya dipengaruhi dua kekuatan utama, yaitu intervensi verbal Jepang yang mendorong penguatan yen, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang menjaga dominasi greenback terhadap mayoritas mata uang global. Yen menjadi fokus utama pasar valuta asing pada Jumat waktu setempat, 21 November 2025, ketika pernyataan tegas Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama memicu lonjakan tajam mata
-
Bitcoin Anjlok Lagi! Target Selanjutnya: Tembus USD80.000 Pekan Depan?
-
Emas Tembus USD4.079! Benarkah Kenaikan Ini Hanya Fatamorgana?

Meski sebelumnya sempat jatuh lebih dari satu persen akibat dinamika sentimen pasar yang berubah cepat, harga emas akhirnya stabil di sekitar USD4.079 per ounce. Hal ini mencerminkan tarik-menarik antara ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan data ekonomi yang menunjukkan sinyal campuran. Para pelaku pasar yang semula berhati-hati, mendadak menaikkan proyeksi pemangkasan suku bunga The Fed pada
-
Bonus Demografi Energi Hijau: Kunci Kemajuan Indonesia Timur yang Disoroti Menkeu

Berlangsung di Unhas Hotel & Convention, forum ini turut dihadiri Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, serta Founder & CEO Kabar Grup Indonesia, Upi Asmaradhana. Suasana akademik dan dunia usaha berpadu, menciptakan ruang diskusi yang intens mengenai arah baru transmigrasi nasional. Ia menegaskan bahwa forum tersebut dirancang sebagai wahana untuk memperluas pemahaman publik mengenai wajah
