-
2026, Hyundai MobED Siap Guncang Dunia Logistik: Tak Perlu Sopir Lagi!
-
Porche Mercedes Pacu Bursa Eropa, Ijo Nampol di Papan Papan!

Seluruh indeks bergerak kompak ke zona hijau setelah pasar meningkatkan selera risiko globalnya. Penguatan terjadi didorong lajunya sektor otomotif. Saham Porsche dan Mercedes-Benz ngegas dengan kenaikan masing-masing 5,7 persen dan 4,4 persen. Kedua saham inilah yang kemudian membawa STOXX 600 menguat 0,45 persen menjadi 578,84. Kabar dari sektor otomotif di Amerika Serikat turut memperbesar optimisme.
-
5 Rekomendasi Saham Ritel di BEI: Mana yang Punya Prospek Cerah?

Sektor ritel di Indonesia telah menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi berbasis konsumsi. Dengan populasi besar, mobilitas tinggi, serta pesatnya adaptasi teknologi belanja online, daya tarik saham ritel yang terdaftar di BEI semakin kuat di mata para investor. Di tengah pergeseran perilaku belanja dan meningkatnya daya beli masyarakat, sejumlah emiten berhasil menunjukkan ketahanan sekaligus
-
Harga Minyak Melonjak: Dolar Melemah

Pada perdagangan Jumat pagi WIb. 5 Desember 2025, baik Brent maupun WTI bergerak liar, bahkan kenaikannya menembus lebih dari 1 persen. Ini bukan saja karena isu surplus produksi seperti hari-hari sebelumnya, tetapi ada dorongan lain yang membuat harganya semakin kuat. Dinamika pasar menunjukkan bahwa reli ini bukan sekadar soal ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal
-
Emas Terjebak di Zona Sempit! Ini Batas Maksimal Harganya Menurut Analis

Sebenarnya, kondisi pasar memberikan sinyal tarik-menarik yang cukup kuat antara tekanan imbal hasil obligasi AS dan pelemahan dolar, yang bisa membuat harga emas bergerak naik. Tapi, ada satu hal yang membuatnya tertahan. Kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun menjadi faktor penahan utama. Yield yang bergerak naik meningkatkan opportunity cost memegang aset tanpa imbal
-
Rahasia Dividen ARCI 2025: Kapan Cair, Berapa Nilainya Cara Maksimalkan Untung

PT Archi Indonesia Tbk, salah satu emiten emas terkemuka di Indonesia, kembali menarik perhatian investor dengan pengumuman dividen tunai interim untuk tahun buku 2025. Dengan total nilai yang mencapai hampir setengah triliun rupiah, langkah ini menjadi salah satu momen penting bagi pemegang saham yang ingin mendapatkan keuntungan langsung dari kinerja perusahaan. Dalam artikel ini, kami
-
Waspada! IHSG Mulai Tak Stabil, Simak 4 Sinyal Saham Ini Sebelum Bertindak

Setelah ditutup dengan penguatan tipis sebesar 0,33 persen dan membawanya ke level 8.640, pasar masih perlu mewaspadai bayangan tekanan jual yang masih tinggi. Kenaikan IHSG sejauh ini lebih banyak didorong oleh reli selektif pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Sementara, aksi profit-taking tetap mendominasi di berbagai sektor. Kondisi ini membuat reli indeks terasa rapuh, di mana
-
CBDK Melesat Tinggi! Simak Strategi dan Rights Issue yang Jadi Penentu

Dalam dua hari terakhir, saham CBDK menjadi salah satu emiten yang paling banyak diperbincangkan di bursa. Lonjakan harga yang terjadi secara beruntun, didukung oleh arus masuk dana segar dalam jumlah signifikan, menandakan pergerakan yang tidak biasa. Selain itu, rencana aksi korporasi besar dari PIK2yang berkaitan langsung dengan CBDK semakin menjadi pusat perhatian para pelaku pasar.
-
Fokus Purbaya: Perkuat Integritas Pasar Modal Dulu, Baru Berikan Insentif Fiskal

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi masukan investor terkait dukungan kebijakan fiskal bagi pendalaman pasar keuangan dalam acara Financial Forum di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Rabu, 3 Desember 2025. Purbaya menyampaikan bahwa usulan insentif pajak dan kebijakan anggaran perlu dilihat secara menyeluruh, dengan mempertimbangkan kesiapan ekosistem pasar modal. Pemerintah,
-
Segera Tahu! OJK Rilis Aturan Baru IPO yang Wajib Dipahami Investor

Aturan baru ini tertuang dalam SEOJK No. 25/SEOJK.04/2025. Keluarnya regulasi menandai salah satu perubahan paling signifikan dalam ekosistem penawaran umum Indonesia sejak 2020. Regulasi ini bukan sekadar revisi teknis, tetapi sebuah reposisi kebijakan yang secara eksplisit memperbesar ruang investor ritel dalam penjatahan IPO. OJK menempatkan isu pemerataan, akses ritel, dan transparansi sebagai inti dari transformasi
