Sentimen global kembali memburuk setelah kekhawatiran terkait disrupsi kecerdasan buatandi Amerika Serikat yang memicu aksi jual di sejumlah sektor, terutama logistik, properti, dan keuangan.

Di Australia, indeks ASX 200 langsung terkoreksi 1,02 persen saat pembukaan dan memperdalam pelemahan menjadi 1,29 persen atau turun 116,50 poin ke level 8.927 pada pukul 08.20 WIB.

Tekanan ini mencerminkan respons cepat investor terhadap penurunan saham-saham teknologi dan sektor siklikal di AS.

Sentimen risk-off terlihat dominan, dengan pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur menjelang akhir pekan panjang di beberapa negara Asia.

Di Korea Selatan, pergerakan pasar sempat beragam. Kospi dibuka naik 0,35 persen, namun berbalik arah dan turun 0,41 persen ke 5.499,76.

Indeks Kosdaq, yang lebih sensitif terhadap saham pertumbuhan, langsung terkoreksi 1,36 persen.

Melemahnya pasar Korea Selatan menandakan adanya tekanan pada saham-saham berbasis inovasi dan teknologi. Volatilitas ini menunjukkan pasar masih mencari keseimbangan di tengah ketidakpastian arah sektor AI global.

Pasar Jepang dan Hong Kong Terkoreksi

Jepang tidak luput dari tekanan. Nikkei 225 merosot 0,97 persen atau turun 560,46 poin ke 57.079,38 setelah dibuka melemah 0,58 persen. Indeks Topix juga turun 0,58 persen.

Pelemahan ini terjadi seiring penguatan yen yang cenderung membebani saham eksportir, sekaligus mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap prospek pertumbuhan global.

Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng berada di level 26.703, lebih rendah dibanding penutupan terakhir di 27.032,54.

Sementara itu, Taiwan sebagai salah satu pusat rantai pasok AI global tidak bertransaksi karena libur Tahun Baru Imlek, sehingga sebagian pelaku pasar Asia kehilangan referensi utama dari sektor semikonduktor.

Peluncuran Alat AI jadi Biang Kerok

Tekanan terhadap pasar global dipicu oleh kekhawatiran bahwa peluncuran alat AI terbaru di Amerika Serikat dapat mengganggu model bisnis konvensional dan memangkas margin di berbagai sektor.

Baca juga:  Emas Antam Tembus Rp2,12 Juta per Gram! Ini Dampaknya pada Harga Global

Saham perusahaan truk dan logistik terkoreksi karena kekhawatiran efisiensi berbasis AI dapat mengurangi kebutuhan jasa pengiriman. Saham properti komersial dan keuangan turut melemah, memperpanjang tren negatif dua hari terakhir.

Prediksi Pergerakan IHSG Hari ini

Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan menghadapi tekanan terbatas menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek. IHSG sebelumnya ditutup turun 0,31 persen ke 8.265,35.

Harga iShares MSCI Indonesia ETF di New York juga turun 1,05 persen ke USD17,89, mencerminkan sentimen eksternal yang kurang kondusif terhadap aset Indonesia.

Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA5 dan MA200, meski gagal mempertahankan level 8.300. Support terdekat berada di area 8.200 dengan resistance di kisaran 8.300.

Struktur ini menunjukkan ruang pergerakan yang cenderung terbatas dan berpotensi sideways, di tengah aksi ambil untung dan kehati-hatian investor sebelum memasuki periode libur panjang.

Pembukaan bursa Asia pagi ini menegaskan bahwa sentimen global masih menjadi faktor dominan.

Kekhawatiran terhadap disrupsi AI, pelemahan Wall Street, serta minimnya katalis positif jangka pendek membentuk pola perdagangan defensif, dengan volatilitas tetap tinggi di hampir seluruh kawasan.

Leave a Reply

investografi