Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan 5,11 persen secara tahunanpada kuartal IV 2025.
“Daya beli masyarakat tetap terjaga dan ada berbagai stimulus kebijakan ekonomi. Misalnya diskon tarif transportasi, yang mendorong mobilitas dan belanja masyarakat,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
BPS mencatat angkutan rel tumbuh 9,96 persen yoy, angkutan laut 9,8 persen, serta angkutan sungai, danau, dan penyeberangan sekitar 3,35 persen.
Meski demikian, Amalia mengakui konsumsi di wilayah terdampak bencana Sumatera mengalami perlambatan bahkan kontraksi.
“Dampak bencana tidak merata nasional, hanya di beberapa provinsi. Nanti akan terlihat di rilis masing-masing BPS daerah,” jelasnya.
Dari sisi pengeluaran, motor kedua pertumbuhan berasal dari investasiyang tumbuh 6,12 persen pada kuartal IV 2025.
Peningkatan ini didorong belanja barang modal, terutama mesin, perlengkapan, dan kendaraan yang masing-masing tumbuh 22,16 persen dan 7,29 persen secara tahunan.
Sementara itu, ekspor barang dan jasa turut menyumbang pertumbuhan sebesar 0,82 persen terhadap PDB Triwulan IV 2025. Komoditas utama ekspor nonmigas masih didominasi lemak dan minyak nabati, batu bara, besi, dan baja.
Amalia juga menyoroti peran sektor pariwisata dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Provinsi seperti Bali, NTB, dan DIY mencatat peningkatan pada sektor akomodasi, makanan-minuman, dan transportasi seiring naiknya wisatawan nusantara maupun mancanegara serta adanya berbagai event nasional dan internasional.
Selain itu, sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dari sisi produksi dengan pertumbuhan 5,40 persen, diikuti perdagangan yang tumbuh 6,07 persen, serta pertanian yang naik 5,14 persen berkat peningkatan produksi tanaman pangan, peternakan, dan perikanan.
BPS juga mencatat aktivitas ekonomi dari program Makan Bergizi Gratisturut terekam dalam PDB, baik dari sisi pengeluaran maupun lapangan usaha, khususnya pada sektor penyediaan makanan dan minuman.
“Seluruh aktivitas ekonomi yang terjadi di masyarakat, termasuk program pemerintah, akan tercermin dalam perhitungan PDB kami,” tegas Amalia.
Meski mencatat pertumbuhan positif, BPS belum memberikan proyeksi untuk kuartal I 2026. Amalia menegaskan tugas BPS adalah mencatat realisasi ekonomi, yang hasilnya baru akan diumumkan pada Mei 2026.
Ekonomi Indonesia Tumbuh pada 2025
Di hari yang sama, BPS menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen dibanding tahun sebelumnya.
BPS menyampaikan pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian yang terkontraksi sebesar 0,66 persen.
Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah jasa lainnya sebesar 9,93 persen; diikuti oleh jasa perusahaan sebesar 9,10 persen; serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,78 persen.
“Sementara itu, industri pengolahan; serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang memiliki peran dominan terhadap perekonomian Indonesia masing-masing tumbuh sebesar 5,30 persen dan 5,49 persen,” tulis BPS dalam keterangannya, Kamis, 5 Februari 2026.
Adapun, struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 tidak menunjukkan perubahan berarti.
Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 19,07 persen; diikuti oleh perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 13,17 persen; pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 13,10 persen; konstruksi sebesar 9,83 persen; serta pertambangan dan penggalian sebesar 8,75 persen.
“Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,92 persen,” jelas BPS.
Selama tahun 2025, BPS menyebut kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi ekonomi Indonesia secara spasial dengan kontribusi mencapai 56,93 persen dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,30 persen
Posisi berikutnya ditempati oleh Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua


Leave a Reply