...

Industri mining Bitcoin kini menghadapi ancaman serius seiring jatuhnya harga Bitcoin yang kian dalam. Pada perdagangan hari Kamis, harga Bitcoin tercatat ambruk hingga ke bawah level $63.000.

Penurunan ekstrem sebesar 50% dari rekor tertinggi bulan Oktober ini menyeret pasar masuk ke zona bahaya, di mana nilainya kini bersinggungan langsung dengan ambang batas biaya produksi rata-rata para miner.

​Kondisi ini memaksa para operator mining berada di posisi yang dilematis.

Berdasarkan data analis, biaya produksi median untuk miner publik berada di kisaran $60.000, sementara estimasi biaya riil di lapangan bergerak di rentang $60.000 hingga $80.000 per BTC.

Dengan harga pasar saat ini, miner dengan efisiensi rendah kini beroperasi dengan kerugian, memaksa mereka untuk mempertimbangkan opsi mematikan mesin guna mencegah kerugian operasional yang lebih besar.

​Dampak dari guncangan pasar ini juga terlihat pada likuidasi masif senilai lebih dari $2 miliar di pasar derivatif dalam 24 jam terakhir.

Sebagai sinyal bahwa jaringan mulai merespons potensi berkurangnya aktivitas mining, tingkat kesulitanmining BTC diproyeksikan akan mengalami penurunan otomatis sebesar 13% pada penyesuaian hari Sabtu mendatang.

Baca juga : Imbas Market Crash: 303 Ribu Trader Terlikuidasi, Kerugian Tembus Rp24 Triliun

Baca juga:  MetaMask Kini Dukung EVM, Solana Segera Bitcoin Dompet Kripto Semakin Universal!

Leave a Reply

investografi