IHSG tercatat di level 8.266,51 atau turun 0,09 persen dibanding penutupan sebelumnya 8.274,08. Sepanjang sesi, indeks dibuka di 8.300,22 dan sempat menyentuh level tertinggi 8.328,42 sebelum terkoreksi ke area 8.236,75.

Di tengah pelemahan tersebut, PT Bank Central Asia Tbknaik 0,35 persen ke level 7.200. PT Bank Negara Indonesia Tbkmenguat 0,45 persen ke 4.470.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbkmencatat kenaikan terbesar 2,39 persen ke 3.860, sementara PT Bank Mandiri Tbknaik 0,99 persen ke 5.125.

Kompaknya penguatan empat bank besar ini terjadi saat IHSG bergerak fluktuatif dan gagal bertahan di atas area psikologis 8.300.

Dengan bobot besar terhadap indeks, penguatan sektor perbankan membantu menahan tekanan yang datang dari saham berbasis komoditas dan teknologi.

Nilai transaksi pasar pada sesi I tercatat Rp14,79 triliun dengan volume 345,02 juta lot. Pergerakan indeks menunjukkan konsolidasi setelah sempat bergerak naik di awal perdagangan.

Sebagai latar belakang, data Top 20 Net Foreign Flow Midday Stockbit Sekuritas menunjukkan investor asing mencatat akumulasi pada saham perbankan.

BBRI menjadi salah satu yang diborong dengan net foreign buy 48.478.700 saham, sementara BMRI mencatat net buy 14.171.400 saham.

Di sisi lain, saham energi dan teknologi seperti BUMI dan GOTO masuk daftar net foreign sell pada sesi siang. Rotasi dana asing ini memperlihatkan pengalihan ke sektor perbankan saat indeks berada dalam fase konsolidasi.

Pergerakan big banks yang kompak di zona hijau menegaskan peran sektor ini sebagai penopang utama IHSG pada perdagangan sesi pertama hari ini.

Baca juga:  MINA Melonjak 8 Persen: Bukti Modus Goreng Saham Tak Selalu Berujung Rugi

Leave a Reply

investografi