Chief Executive OfficerBPI Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, mengatakan proyek ini merupakan bagian dari total 18 proyek yang telah dicanangkan Danantara.
“Besok sore (groundbreaking proyek hilirisasi),” ujar Rosan singkat saat ditemui di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Secara nilai investasi, enam proyek tersebut diperkirakan mencapai 5,8 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp97,29 triliun dengan kurs Rp16.775 per dolar AS.
Rosan menambahkan, enam proyek ini nilai investasinya kurang lebih sekitar USD5,8 miliar.
Fokus pada Hilirisasi Mineral dan Energi Hijau
Sementara itu, Chief Operating OfficerBPI Danantara Dony Oskaria, menjelaskan bahwa proyek-proyek ini akan digarap di sektor industri baja, aluminium, dan energi hijau.
“Proyek prioritas utama adalah pembangunan pabrik baja di Cilegon, Banten, milik PT Krakatau SteelTbk.
Selain itu, pembangunan pabrik alumina, bioetanol, dan bioavtur juga menjadi fokus dalam enam proyek hilirisasi ini,” ujar Dony.
Dony menambahkan, BPI Danantara juga menyiapkan ekosistem industri terintegrasi. “Industri perkapalan akan diperkuat melalui merger, industri kereta api melalui INKA, dan industri baja di hulu.
Semua ini terintegrasi dalam rencana hilirisasi Danantara,” jelasnya.
Dengan dimulainya enam proyek ini, BPI Danantara menegaskan komitmennya dalam mendorong hilirisasi mineral dan energi hijau di Indonesia, sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional.
Kondisi Krakatau Steel Saat Ini
BPI Danantara menyatakan upaya penyelamatan PT Krakatau SteelTbkmenunjukkan hasil positif. Setelah penataan struktur keuangan dan intervensi bisnis, perseroan mulai memasuki fase menuju kondisi yang lebih sehat.
Chief Operating OfficerDanantara, Dony Oskaria, mengatakan, pihaknya memang sedang melakukan penyehatan terhadap KRAS. Ia menyebut, kondisi keuangannya sudah mulai sehat.
“Kami juga sedang merapihlan business model-nya,” kata Dony.
Ia jelaskan, langkah ini sejalan dengan strategi Danantara dalam mengembangkan proyek hilirisasi industri, termasuk pengembangan industri baja di sisi huluSalah satu proyek yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan pabrik baja baru di Cilegon, Banten, dengan target peletakan batu pertamabulan depan.
Pabrik ini diharapkan mampu menambah kapasitas produksi baja nasional hingga 3 juta ton.
“Sekarang kan slab-nya masih impor. Nanti kita punya pabrik slabnya, kemudian kita buat juga downstream-nya,” ujar Dony.
Sementara itu, Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menegaskan perseroan mendukung penuh transformasi BUMN yang bertujuan memberikan dampak positif dan berkelanjutan terhadap kinerja perusahaan.
“Dengan bantuan permodalan dari Danantara, serta beberapa program efisiensi karyawan dan penyehatan dana pensiun, kami fokus pada segmen bisnis dengan margin tinggi dan menutup lini bisnis yang negatif,” ujar Akbar.
Dalam setahun terakhir, kinerja Krakatau Steel mengalami perbaikan. Pendapatan tercatat naik 0,4 persen menjadi sekitar USD955 juta, sementara volume penjualan baja melonjak 99 persen menjadi 945.000 ton.
Secara permodalan, ekuitas perusahaan meningkat hingga 99,4 persen menjadi US$868 juta, didorong oleh program efisiensi dan penggabungan bisnis inti.
“Dari sisi eksternal, kami berusaha mengembalikan kepercayaan publik dengan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk kembali ke pasar,” tutup Akbar.
Reporter: Adi Subchan


Leave a Reply