Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 671 emisi dengan nilai outstanding sebesar Rp548,61 triliun dan USD134,01 juta, diterbitkan oleh 133 emiten.
“Surat Berharga Negaratercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.674,24 triliun dan USD352,10 juta.
Efek Beragun Asetsebanyak tujuh emisi senilai Rp3,69 triliun,” kata dia dalam keterangannya dikutip, Minggu, 15 Februari 2026.
Adapun selama satu pekan atau periode 9-13 Februari 2026, Kautsar membeberkan terdapat dua pencatatan obligasi dan satu sukuk di BEI.
Pada Kamis 12 Februari 2026, obligasi Berkelanjutan I Hino Finance Indonesia Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Hino Finance Indonesia mulai dicatatkan di BEI.
“Obligasi ini dicatatkan senilai Rp800 miliar dengan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesiauntuk Obligasi adalah idAA+serta PT Bank Rakyat IndonesiaTbk bertindak sebagai Wali Amanat,” ujar Kautsar.
Pada Jumat 13 Februari 2026, Obligasi Berkelanjutan VII Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2026 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2026 oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk mulai dicatatkan di BEI.
Kautsar menyebut masing-masing Obligasi dan Sukuk dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp889 miliar dan Rp210,1 miliar.
“Hasil pemeringkatan PT Fitch Ratings Indonesia untuk Obligasi dan Sukuk ini adalah AA+dengan Wali Amanat adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk,” katanya.


Leave a Reply