Amerika Serikat resmi menandatangani perjanjian perdagangan strategis dengan Taiwan yang mencakup pemotongan tarif impor menjadi 15%.

Kesepakatan ini diharapkan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus mendorong aliran barang dan investasi lintas Pasifik.

Dalam perjanjian tersebut, Taiwan setuju untuk menghapus sekitar 99% hambatan perdagangan terhadap produk asal AS.

Sebagai bagian dari komitmen timbal balik, Taipei akan membeli barang dan produk Amerika senilai sekitar $84 miliar dalam jangka waktu yang disepakati kedua pihak.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Washington untuk memperluas hubungan ekonomi dengan sekutu di Asia sekaligus mengurangi ketergantungan pada rantai pasok dari wilayah lain.

Pemangkasan tarif menjadi 15% diharapkan dapat menurunkan biaya impor serta meningkatkan daya saing produk AS di pasar Taiwan.

Sementara itu, penghapusan sebagian besar hambatan perdagangan oleh Taiwan akan membuka peluang ekspor yang lebih besar bagi produsen Amerika di berbagai sektor, termasuk teknologi, pertanian, dan manufaktur.

Nilai pembelian barang AS yang mencapai $84 miliar juga diperkirakan akan memberikan dorongan signifikan bagi permintaan produk Amerika.

Para analis melihat kesepakatan ini sebagai langkah penting dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral antara AS dan Taiwan, di tengah dinamika geopolitik regional yang terus berkembang.

Perjanjian ini juga dipandang sebagai upaya strategis memperluas akses pasar AS ke Asia Timur serta meningkatkan stabilitas perdagangan global.

Baca juga : Hakim di Prancis Diculik 30 Jam, 6 Pelaku Minta Tebusan Kripto

Baca juga:  Binance Resmi Tunjuk Yi He, Co-founder Perusahaan, sebagai Co-CEO Baru

Leave a Reply

investografi