Hal ini bertujuan untuk meredakan ketegangan di tengah perkiraan peningkatan pasokan OPEC+
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka naik tipis 11 sen, atau 0,2 persen, menjadi USD67,86 per barel pada pukul . Sedangkan Minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di angka USD62,99 per barel, atau naik 10 sen.
Pekan lalu, kedua patokan harga minyak mencatatkan penurunan mingguan, dengan Brent turun sekitar 0,5 persen dan WTI turun 1 persen setelah komentar dari Presiden AS, Donald Trump bahwa Washington dapat mencapai kesepakatan dengan Teheran dalam sebulan mendatang.
Kedua negara dijadwalkan akan mengadakan putaran kedua pembicaraan di Jenewa pada hari Selasa mengenai program nuklir Teheran.
Menurut Reuters, seorang diplomat Iran mengatakan negaranya sedang mengupayakan kesepakatan nuklir dengan AS.
Tentu, aksi ini akan memberikan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak, dengan investasi energi dan pertambangan serta pembelian pesawat terbang.
Para pejabat AS kepada Reuters mengatakan bahwa AS sedang mempersiapkan kemungkinan kampanye militer berkelanjutan jika perundingan tidak berhasil.
Garda Revolusi Iran telah memperingatkan bahwa jika terjadi serangan di wilayah Iran, mereka dapat membalas terhadap pangkalan militer AS di mana pun.
Analis SEB dalam sebuah catatan membeberkan ketegangan antara AS dan Iran ini dapat mendorong harga Brent hingga USD80 per barel.
” Di sisi lain, meredanya ketegangan akan menurunkannya kembali ke USD60 per barel,” kata dia.
Dengan meningkatnya ketegangan AS-Iran yang mendorong kenaikan harga minyak, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak atau OPEC+ – meredam optimisme dengan cenderung mengambil keputusan untuk melanjutkan peningkatan produksi mulai April 2026.
Sementara itu, impor minyak Rusia ke China diperkirakan akan meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut ke rekor baru setelah India memangkas pembeliannya menyusul tekanan dari AS.


Leave a Reply