...
Apa Itu ORI (Obligasi Negara Ritel)

Bagi banyak orang, dunia investasi tampak rumit—banyak istilah dan produk yang membuat bingung. Salah satu instrumen investasi yang ramah pemula dan relatif aman adalah ORI atau Obligasi Negara Ritel. Instrumen ini diterbitkan langsung oleh Pemerintah Republik Indonesia, ditujukan untuk investor perorangan dengan nominal pembelian terjangkau. ORI menawarkan imbal hasil tetap, jadwal pembayaran berkala, dan jaminan pengembalian pokok oleh negara.

Artikel ini akan mengupas tuntas:

  1. Pengertian ORI
  2. Karakteristik dan jenis-jenisnya
  3. Keunggulan dan risiko
  4. Istilah kunci yang perlu dipahami
  5. Cara membeli ORI langkah demi langkah
  6. Contoh perhitungan imbal hasil
  7. Tips sukses berinvestasi ORI
  8. Pertanyaan umum (FAQ)
  9. Kesimpulan

Mari belajar bersama agar Anda bisa mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri.

1. Pengertian ORI

Obligasi Negara Ritel (ORI) adalah surat utang pemerintah yang dijual khusus kepada investor ritel (perorangan) dengan nilai nominal mulai dari Rp1.000.000 per unit. Ketika Anda membeli ORI, secara sederhana Anda meminjamkan uang kepada negara untuk jangka waktu tertentu, dan sebagai imbalannya pemerintah membayarkan kupon (imbal hasil) secara berkala, lalu mengembalikan pokok investasi pada saat jatuh tempo.

  • Penerbit: Pemerintah Republik Indonesia
  • Nominal Minimum: Rp1.000.000 per unit
  • Tenor: Biasanya 3–5 tahun
  • Imbal Hasil: Ditetapkan di awal emisi, bersifat fixed (tetap) sepanjang tenor
  • Pembayaran Kupon: Setiap bulan atau setiap tiga bulan, tergantung seri ORI

ORI dirancang agar mudah diakses dan dimengerti oleh investor pemula—cukup memahami konsep dasar pinjam-meminjam, tanpa perlu analisis laporan keuangan perusahaan.

2. Karakteristik dan Jenis ORI

Setiap kali pemerintah menerbitkan ORI, ia akan diberi kode seri, misal ORI017, ORI018, dan seterusnya. Berikut beberapa karakteristik umum ORI:

KarakteristikPenjelasan
Fixed CouponImbal hasil yang diumumkan di awal emisi tidak berubah hingga jatuh tempo
TenorRentang waktu investasi, contohnya 3–5 tahun
Likuiditas SekunderDapat diperjualbelikan di pasar sekunder (Bursa Efek Indonesia)
Jangka Waktu TerbukaMasa penawaran biasanya 2 minggu sejak tanggal emisi
Jaminan NegaraPemerintah menjamin pembayaran kupon dan pokok saat jatuh tempo

Jenis ORI berbeda dari Sukuk Ritel (SR) karena ORI berbasis bunga (kupon) konvensional, sementara SR menerapkan prinsip syariah. ORI cocok untuk investor yang menginginkan kepastian kupon tetap tanpa terikat pada akad syariah.

Baca juga:  USS 2025 Bakal Hadirkan Lebih dari 300 Brand Sepatu Lifestyle, Didukung Penuh BRI!

3. Keunggulan ORI

Berikut beberapa keunggulan utama ORI yang menjadikannya pilihan menarik bagi pemula:

  1. Imbal Hasil Lebih Tinggi daripada Deposito
    • Biasanya kupon ORI sedikit lebih tinggi dibanding suku bunga deposito rata‑rata bank.
  2. Aman dan Terpercaya
    • Diterbitkan oleh Pemerintah RI, jaminan penuh untuk kupon dan pokok.
  3. Nominal Terjangkau
    • Minimal Rp1.000.000 memungkinkan investor dengan modal kecil untuk ikut serta.
  4. Pembayaran Berkala
    • Kupon dibayarkan rutin, cocok untuk arus kas tambahan (cash flow).
  5. Likuiditas
    • Bisa dijual di pasar sekunder jika butuh dana sebelum jatuh tempo.
  6. Transparansi
    • Semua informasi pokok emisi tersedia di situs resmi Kementerian Keuangan dan OJK.

Dengan keunggulan-keunggulan tersebut, ORI membantu investor memetik hasil investasi tanpa harus repot menganalisis laporan keuangan perusahaan swasta.

4. Risiko yang Perlu Diketahui

Walaupun relatif aman, ORI tetap memiliki beberapa risiko:

  • Risiko Likuiditas: Pada pasar sekunder, harga jual bisa di bawah nilai nominal jika suku bunga pasar naik.
  • Risiko Inflasi: Imbal hasil tetap berarti jika inflasi meningkat signifikan, daya beli kupon menurun.
  • Risiko Suku Bunga: Harga ORI di pasar sekunder akan terpengaruh pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia.
  • Risiko Kredit: Meskipun kecil, kegagalan pembayaran oleh pemerintah (default) sangat jarang namun tidak mustahil.

Memahami risiko membantu Anda menentukan alokasi dana yang sesuai dalam portofolio, dan merencanakan jangka waktu yang tepat untuk memegang ORI.

5. Istilah Kunci yang Harus Dipahami

IstilahPenjelasan Singkat
EmisiPenerbitan ORI baru oleh pemerintah (misal ORI018)
NominalNilai investasi per unit ORI (Rp1.000.000)
KuponTingkat imbal hasil tetap yang dibayarkan berkala
TenorJangka waktu ORI hingga jatuh tempo
Pasar SekunderBursa di mana ORI dapat diperjualbelikan sebelum jatuh tempo
Rekening EfekRekening elektronik untuk menyimpan surat berharga di KSEI dan KPEI
Agen PenjualBank atau perusahaan sekuritas resmi yang melayani pemesanan ORI
ProrataPemotongan jumlah alokasi jika permintaan melebihi kuota emisi

Mengenali istilah-istilah ini akan memudahkan Anda membaca prospektus emisi ORI dan memantau portofolio.

Baca juga:  Rebalancing MSCI 2026: Tanggal Krusial, Dampak Pasar, dan Strategi Antisipasi Anda

6. Cara Membeli ORI Langkah demi Langkah

Berikut panduan praktis membeli ORI untuk pemula:

6.1. Persiapan Dokumen dan Rekening

  1. KTP Elektronik (e‑KTP)
  2. NPWP (jika diminta)
  3. Rekening Bank (rekening sumber dana untuk pembayaran kupon)
  4. Rekening Efek
    • Buka di perusahaan sekuritas atau bank yang ditunjuk sebagai agen penjual.
    • Lengkapi formulir pembukaan rekening dan verifikasi dokumen.

6.2. Memilih Agen Penjual

Daftar agen penjual resmi ORI meliputi:

  • Bank Devisa: BCA, Mandiri, BNI, BRI, BTN
  • Bank Syariah: BSI, Mandiri Syariah, BNI Syariah
  • Perusahaan Sekuritas: Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, MNC Sekuritas, dll.

6.3. Masa Penawaran (Subscription Period)

  • Setiap seri ORI dibuka selama 2 minggu.
  • Pantau kalender emisi di situs Kementerian Keuangan atau OJK.

6.4. Proses Pemesanan

  1. Isi formulir online atau cetak, mencantumkan:
    • Seri ORI (misal ORI018)
    • Jumlah unit (kelipatan Rp1.000.000)
    • Rekening sumber dana
  2. Konfirmasi dan setorkan dana sesuai pesanan sebelum akhir masa penawaran.

6.5. Konfirmasi Alokasi

  • Jika permintaan melebihi kuota, pemerintah menerapkan sistem prorata: sebagian pemesanan dikurangi proporsional.
  • Anda akan menerima alokasi final dan jargon pendebetan rekening.

6.6. Pemantauan dan Pembayaran Kupon

  • Kupon masuk otomatis ke rekening bank Anda sesuai jadwal.
  • Pantau saldo dan histori transaksi di internet banking atau aplikasi agen penjual.

6.7. Menjual di Pasar Sekunder (Opsional)

  • Jika membutuhkan dana sebelum jatuh tempo:
    1. Masuk ke aplikasi trading.
    2. Pilih ORI seri yang Anda miliki → Sell Order.
    3. Tunggu matching dan dana akan dikreditkan ke rekening efek, lalu bisa Anda tarik.

7. Contoh Ilustrasi Perhitungan Imbal Hasil

Misalkan Anda membeli ORI018 senilai Rp5.000.000 dengan kupon 6,45% per tahun, tenor 3 tahun, pembayaran kupon setiap bulan:

Bulan KeRumus KuponKupon (Rp)
15.000.000 × 6,45% ÷ 1226.875
2Sama seperti bulan ke-126.875
36Sama seperti bulan ke-126.875
Total26.875 × 36967.500
  • Total Kupon yang Anda terima selama 3 tahun: Rp967.500
  • Nilai Pokok Rp5.000.000 dikembalikan penuh pada akhir tenor.
Baca juga:  Lima Saham Ini Mulai Ditinggalkan Asing, Simak Daftarnya Sebelum Terlambat!

Sehingga total penerimaan Anda: Rp5.967.500 dalam jangka 3 tahun.

8. Tips Sukses Berinvestasi ORI

  1. Pantau Kalender Emisi
    • Tandai tanggal subscription period agar tidak terlewat.
  2. Gunakan Auto-Debit
    • Jika tersedia, aktifkan untuk memesan ORI secara otomatis setiap emisi.
  3. Diversifikasi Portofolio
  4. Pahami Tujuan Keuangan
    • Gunakan ORI untuk tujuan menengah jangka 3–5 tahun.
  5. Cermati Likuiditas Sekunder
    • Jika perlu dana cepat, cek dulu seberapa aktif perdagangan ORI pada bursa.
  6. Edukasi Berkala
    • Ikuti webinar Kemenkeu, OJK, atau agen penjual untuk update produk terbaru.

9. Pertanyaan Umum (FAQ)

Q: Apakah pembelian ORI dikenakan biaya?
A: Pemerintah tidak mengenakan biaya emisi. Namun, transaksi di pasar sekunder bisa dikenai biaya broker.

Q: Bagaimana pajak atas imbal hasil ORI?
A: Kupon ORI dikenai Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 15%, dipotong langsung sebelum pencairan.

Q: Apakah ORI bisa diwariskan?
A: Ya. Jika pemegang ORI meninggal, ahli waris dapat melanjutkan kepemilikan atau mencairkan sesuai prosedur waris.

Q: Bagaimana jika saya menjual ORI sebelum jatuh tempo?
A: Harga di pasar sekunder bisa di atas atau di bawah nilai nominal, tergantung kondisi pasar dan suku bunga.

Q: Apakah nilai pokok dijamin?
A: Selama Anda memegang hingga jatuh tempo, pemerintah menjamin pengembalian 100% pokok investasi.

Kesimpulan

ORI (Obligasi Negara Ritel) adalah instrumen investasi pemerintah yang ideal bagi investor pemula: modal terjangkau, imbal hasil tetap kompetitif, pembayaran kupon berkala, dan jaminan penuh oleh negara. Dengan memahami pengertian, karakteristik, hingga cara pembelian, Anda dapat memanfaatkan ORI untuk mencapai tujuan keuangan jangka menengah (3–5 tahun).

Langkah awal yang perlu Anda ambil:

  1. Buka rekening efek di agen penjual resmi.
  2. Pantau jadwal emisi dan siapkan dana.
  3. Pesan ORI sesuai kemampuan, minimal Rp1.000.000.
  4. Nikmati kupon bulanan dan kembalinya pokok di akhir tenor.
  5. Diversifikasi dengan instrumen lain untuk meminimalkan risiko.

Dengan disiplin dan edukasi terus-menerus, ORI dapat menjadi salah satu pondasi portofolio Anda menuju kebebasan finansial.

Disclaimer: Konten dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Instrumen ORI mengandung risiko, termasuk risiko likuiditas dan suku bunga. Imbal hasil masa lalu bukan jaminan kinerja masa depan. Sebelum mengambil keputusan investasi, lakukan riset mandiri dan pertimbangkan konsultasi dengan penasihat keuangan profesional. Penulis dan penerbit tidak bertanggung jawab atas kerugian atau hasil investasi individual.

Leave a Reply

investografi