...

​Analis Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, memprediksi adanya pergeseran besar dalam dominasi market kripto. USDT disebut berpotensi menyalip market cap BTC dan ETH.

McGlone menilai hal ini sangat mungkin terjadi jika harga aset utama terus terkoreksi, sementara permintaan terhadap stablecoin seperti USDT terus melonjak.

​Dalam analisisnya, McGlone menyebutkan bahwa USDT berada di jalur untuk menggeser posisi ETH jika harga aset tersebut turun ke level $1.500.

Bahkan, ia memprediksi USDT berpeluang menjadi aset nomor satu di dunia jika harga BTC terkoreksi tajam hingga ke level $10.000. “Tren paling awet di dunia kripto adalah Tether yang melampaui segalanya.

Sekarang tinggal menyisakan Bitcoin dan Ether,” ujarnya.

​Pertumbuhan sektor stablecoin sendiri memang tercatat sangat masif, dengan kenaikan hampir 50% sejak awal 2025 dan total nilai mencapai $307 miliar.

Berbeda dengan aset kripto lain yang sedang volatil dan tertekan, USDT justru semakin kokoh.

Hal ini didorong oleh fungsinya yang kian nyata di berbagai exchange maupun di luar ekosistem trading tradisional sebagai instrumen likuiditas utama.

​Menariknya, CEO Tether, Paolo Ardoino, mengungkapkan bahwa 60% aktivitas USDT kini mengalir ke ekonomi riil, seperti perdagangan komoditas dan pembayaran lintas batas.

Dengan adopsi yang terus meroket di saat harga BTC dan ETH sedang melemah, dominasi Tether di posisi puncak market diprediksi hanya tinggal menunggu waktu saja.

Baca juga : Standard Chartered Turunkan Prediksi Harga Solana 2026 Jadi $250

Baca juga:  Chiliz Gemparkan Dunia SportFi! Manifesto 2030 Bidik Pasar Rp 15.000 Triliun

Leave a Reply

investografi